Longsor Tambang Emas Suwawa

Cerita Almas Ishak, Penambang Selamat saat Longsor Tambang Suwawa Gorontalo, Kini Alami Trauma

Almas Ishak (19) penambang selamat longsor tambang Tambang Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo yang menceritakan pengalaman trauma yang

|
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO/FERNANDESSIALLAGAN
Almas Ishak (19), Korban selamat cerita pengalaman traumatisnya, Rabu (10/7/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Almas Ishak (19) penambang selamat longsor tambang Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo yang menceritakan pengalaman trauma yang dialaminya.

Sejak longsor pertama Almas telah berusaha menyelamatkan diri bersama teman-temannya di Titik Bor 17.

Menurutnya, ia terselamatkan karena ada imbauan dari rekan-rekan penambangnya melalui senter yang nyalakan secara acak sebagai tanda darurat.

Beruntung ia dan rekannya langsung merespon dan lari menuju puncak gunung.

Karena lokasinya yang berada sedikit dekat lereng pegunungan.

"Waktu longsor pertama di Tobor 19, kami dengar. Dikode juga sama penambang lain pakai senter. Langsung lari ke atas," ucap Almas TribunGorontalo.com, Rabu (10/7/2024).

Almas mengaku saat peristiwa longsor tersebut semua barangnya tidak dapat diselamatkan.

Seperti telepon genggam, perkakas, makanan dan minuman.

Bahkan mereka harus minum air sungai untuk bertahan hidup.

"Air sungai di sanakan masih bersih, tidak kaya di sini. Sudah sedikit tercemar," tambahnya.

Kendati begitu, jika air sungai tersebut kotor ia bertekad tetap meminumnya.

Di dalam perjalanan pulang, ia bersama rekannya sudah mulai lemas.

Jasad korban longsor tambang Suwawa dibawa menuju Posko Induk Tim SAR Gorontalo, Selasa (9/7/2024).
Jasad korban longsor tambang Suwawa dibawa menuju Posko Induk Tim SAR Gorontalo, Selasa (9/7/2024). ((Foto: TribunGorontalo.com/Arianto))

Bebannya bertambah untuk menolong korban lain yang tidak dikenalnya asal Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

Beruntung di tengah perjalanan terdapat posko keselamatan sehingga ia dan rekannya langsung diangkut menggunakan ojek.

Sementara korban luka yang mereka selamatkan langsung diamankan pihak SAR.

Salmas baru sampai di Posko Indu Basarnas sehari kemudian pasca kejadian, yanki Senin (8/7/2024).

Atas pengalaman tersebut ia merasa trauma dan berharap peristiwa serupa tidak pernah terjadi lagi.

Sebab beberapa korban merupakan sandaran hidup keluarga.

Dirinya sendiri saat sampai di rumah langsung dipeluk erat orang tuanya sambil menangis.

Kemudian diberikan pengobatan berupa urut dari tenaga pengurut.

"Saya masih trauma dan takut sampai sekarang. Saya tutupi sekarang agar keluarga tidak khawatir," tandasnya. 

Diketahui, peristiwa longsor yang terjadi di tambang emas Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Provinsi Gorontalo, pada Minggu (7/7/2024) dini hari 

Hingga Rabu (10/7/2024) pukul 13.00 Wita, jumlah korban akibat longsor di lokasi tambang mencapai 144  orang.

Sebanyak 23 korban di antaranya meninggal, 90 orang selamat dan 31 lainnya masih dicari.

Sebagian korban telah dievaluasi menggunakan helikopter. Beberapa alat berat telah tiba di lokasi longsor untuk mencari pencarian korban. 

Jarak lokasi longsor tambang emas Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo mencapai 49,7 Kilometer dari pusat Kota Gorontalo.

Jarak 49,7 kilometer itu dibagi dari dua lokasi. Jarak dari pusat Kota Gorontalo ke Posko SAR dan Jarak dari Posko SAR menuju titik lokasi longsor.

Untuk jarak dari pusat Kota Gorontalo menuju Posko SAR berjarak 26 kilometer dengan kisaran 55 menit menggunakan roda empat. roda dua berkisar 48 menit.

Dalam perjalanan menuju lokasi posko SAR, pengendara akan melintasi perbukitan yang mengelilingi wilayah Bone Bolango. (*/Fernandes)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved