Longsor Tambang Emas Suwawa
Samsul Kalangi Ceritakan Detik-detik Bencana Longsor Tambang Emas Suwawa Gorontalo
Syamsul Kalangi (42), korban selamat longsor tambang Suwawa menceritakan pengalamannya.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Syamsul-Kalangi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Syamsul Kalangi (42), korban selamat longsor tambang Suwawa menceritakan detik-detik bencana menimpa dirinya.
Syamsul merupakan warga Desa Modayak, Kecamatan Modayak, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.
Ia mengaku sekitar dua minggu menambang di Suwawa, tepatnya di titik bor satu.
Saat kejadian, Syamsul bersama 11 teman kerjanya sedang tertidur.
"Jadi sudah capek seharian, makanya pulas tertidur," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (8/7/2024).
Syamsul tidur dalam ruangan bersama satu rekannya.
Longsor terjadi sekira pukul 04.00 Wita.
"Karena posisi setengah sadar, makanya tidak siap," terangnya.
Ketika terjadi guncangan, Syamsul segera berlari menyelamatkan diri.
Kondisi gelap dan becek membuatnya jatuh bangun mencari area untuk menyelamatkan diri.
"Pokoknya baku cakar, tidak tahu mau kemana, yang jelas saya harus keluar dari situ," ungkapnya.
Saat berusaha menyelamatkan diri, Syamsul tersandung hingga akhirnya tertimpa timbunan tanah dan bebatuan.
Di tengah timbunan tanah itu, ia mengaku beberapa saat tak sadarkan diri.
"Mungkin ada sekitar beberapa detik tidak sadar," timpalnya.
Tak lama berselang, kesadarannya kembali pulih, dan hanya melihat kegelapan.