Longsor Tambang Emas Suwawa
Samsul Kalangi Ceritakan Detik-detik Bencana Longsor Tambang Emas Suwawa Gorontalo
Syamsul Kalangi (42), korban selamat longsor tambang Suwawa menceritakan pengalamannya.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Syamsul-Kalangi.jpg)
"Saya berusaha bongkar tanah yang menimpa saya," tukasnya.
Usahanya itu membuahkan hasil, ia berhasil keluar dari reruntuhan.
Syamsul mengenang suasana begitu mencekam. Ada banyak teriakan meminta pertolongan, ada pula suara orang-orang menangis.
"Namun saat itu semua sibuk mencari tempat yang aman dulu," ujarnya.
Setelah longsor selesai, baru kemudian Syamsul mencari 11 rekan-rekannya yang lain.
"Satu-persatu mereka datang," ujarnya.
Dari total 11 rekannya itu, satu orang tak selamat.
Rekan Syamsul bernama Alfian Mamonto itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sekarang Syamsul berada di gedung Medical Legal RS Bhayangkara Gorontalo.
Ia bersama rekan-rekannya lain menunggu jenazah Alfian Mamonto dibersihkan untuk selanjutnya diantar ke rumah duka.
Baca juga: Update 21 Nama Korban Longsor Tambang Emas Suwawa Gorontalo dari Laporan Warga, Lengkap Alamatnya
Petugas Evakuasi Korban Longsor
Tim gabungan mengalami kesulitan dalam proses evakuasi korban longsor di tambang emas Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Tim evakuasi terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo dan TNI/Polri itu harus melalui medan berat.
Kepala KPP Gorontalo, Heriyanto, mengatakan medan dilewati oleh tim evakuasi cukup memakan waktu.
Pasalnya, Jembatan yang biasanya dilewati kendaraan telah ambruk.