Berita Boalemo

Kades di Boalemo Gorontalo Kejar Warganya dengan Parang, Juga Menampar dan Menendang Motor

Belum diketahui apakah kronologi kejadian ini sesuai yang disampaikan pada demo tersebut, sebab sang kades dihubungi hingga Jumat (05/7/2024), ini bel

Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Nawir Islim, TribunGorontalo.com
Aliansi Peduli Rakyat (APR) menggelar aksi di depan Kantor Bupati Boalemo, Kamis (4/7/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Warga sebuah desa di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, muak dengan sikap kepala desa (kades). 

Hal itu lantaran seorang kades yang mestinya punya sikap mengayomi dan melindungi, justru menyakiti warganya. 

Warga pun menyuarakan kekesalannya melalui aksi demonstrasi di Kantor Bupati Boalemo, Kamis kemarin 04 Juli 2024. 

Baca juga: Warga Talumolo dan Leato Bersihkan Jalan Setelah Banjir di Kota Gorontalo

Massa aksi berjumlah nyaris ratusan itu, mengatasnamakan Aliansi Peduli Rakyat (APR) Kabupaten Boalemo

Belum diketahui apakah kronologi kejadian ini sesuai yang disampaikan pada demo tersebut, sebab sang kades dihubungi hingga Jumat (05/7/2024), ini belum merespon. 

Namun, Rahman Kaduango, anggota masa aksi menegaskan jika sang kades memang melakukan hal yang tidak mengenakan kepada rakyatnya. 

Baca juga: 2 Pelaku Judi Online Diselidiki Polda Gorontalo, Status Tersangka tapi Belum Ditahan

Kata Rahman, bahwa sang kades mengejar salah satu rakyatnya dengan parang. Lalu ia menampar, menendang hingga merusak motor milik masyarakat hanya karena emosi.

Rahman sendiri merupakan korban dari perilaku kades itu. Ia pun menjelaskan detil alasan dirinya bisa menerima perlakuan tersebut. 

Kejadian tak mengenakan ini ia alami pada 14 Juni 2024. Ironisnya, kejadian penganiayaan terjadi di rumah pribadinya. 

Baca juga: Panen Pahala, Amalkan Adab-adab Hari Jumat Ini

"Saat itu saya yang bekerja untuk pekerjaan jalan, dijanjikan oleh kades gaji sebanyak Rp 1,4 juta, dan pada saat penagihan, saya hanya diberikan Rp 1 juta saja," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, kamis (4/7/2024).

Namun, saat ia menagih Rp 400 ribu sisanya, malah dibentak oleh sang kades. Ia ngotot tak mau membayar sesuai perjanjian. 

"Terus saya ditampar dan ditendang, tapi saya tidak melawan, terus dia balik ke dapur lalu mengambil pisau dan dilempar ke saya," lanjutnya.

Rahman yang kaget lemparan pisau, terjatuh hingga lututnya cedera dan Rahman bergegas meninggalkan rumahnya.

Tidak puas dengan itu, oknum tersebut mengejar Rahman dengan parang.

"Saya kabur karena sudah takut, sampai motor saya, tertinggal di rumahnya, dan dirusak oleh oknum kepala desa tersebut," ujar Rahman.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved