Human Interest Story
Cerita Hadi, Perantau Asal Jogja Jualan Bakso di Gorontalo
Hadi (37) adalah seorang pedagang bakso di kawasan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Hadi-37-pedagang-bakso-fff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Cerita Hadi (37) seorang pedagang bakso di kawasan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Hadi memilih kampus 1 UNG sebagai tempat ia menjual baksonya, tepatnya di Jalan Sudirman, Kota Gorontalo.
Kata Hadi, kawasan kampus memang menjadi tempat strategis pagi para pelaku UMKM.
"Ibarat mengail, kita perlu mencari kolam atau perairan yang diketahui banyak ikannya," gurau Hadi.
Setiap sore seperti pada Kamis (4/7/2024) ini, Hadi mulai mempersiapkan dagangannya.
Gerobak baksonya berada tepat di depan halte kawasan Gapura Kampus 1 UNG.
"Saya mulai buka sore, pulangnya biasa jam 12 malam," ucap Hadi.
Sementara, pagi hingga siang hari, Hadi manfaatkan sebagai waktu produksi bakso.
Rupanya, Hadi memproduksi baksonya sendiri.
"Semuanya, saya buat sendiri, dari pagi saya ke pasar, lalu menyiapkan semuanya, lalu jeda istirahat Dzuhur, sebelum sore mulai berangkat ke sini," jelasnya.
Sebelum buka lapak bakso sendiri, Hadi bekerja sebagai karyawan di warung makan orang lain.
Bahkan, ia sempat merantau ke beberapa daerah di Sulawesi Utara, seperti Bitung, dan Manado.
"Pahit manis cerita perjuangan sudah pernah dilewati, Alhamdulillah sekarang saya bisa buka usaha bakso sendiri," tutur Hadi.
Kuliner memang menjadi sasaran bisnis bagi Hadi. Sebab, bisnis makanan setiap hari menurut Hadi, akan ada peminatnya.
"Setidaknya, Alhamdulillah kalau jualan makanan setiap hari ada yang beli, jadi bisa buat biaya makan keluarga, itu sudah disyukuri," ucap Ayah tiga anak itu.
Hadi berimpian ke depan, ia bisa menambah menu jualan. Mie ayam adalah satu yang sudah ia rencanakan.
Lebih jauh, jika sudah memiliki modal yang cukup, Hadi mengaku ingin sekali menetap di satu tempat jualan milik sendiri.
"Kalau mangkal di trotoar jalan seperti ini kan masih ada kemungkinan digusur, semoga ke depan bisa punya tempat sendiri," kata Hadi.
Usaha sederhana yang sedang ia rintis ini, menjadi bukti bahwa Hadi telaten dalam bekerja.
Sejak pertama datang di Gorontalo, tepatnya pada 2007, Hadi sempat berkuliah.
"Waktu itu saya sempat dikuliahkan, ambil jurusan Olahraga, tapi saya tidak sempat menyelesaikannya, kemudian saya bekerja untuk berjuang hidup dengan jalan baru," kata Hadi.
Hadi menyampaikan dukungannya kepada sesama pelaku UMKM, untuk tidak menyerah mengembangkan usahanya.
"Boleh lelah, tapi jangan menyerah," tandas Hadi. (*)
| Sosok Abdul Gias Tomayahu, Penulis Muda Asal Leboto Gorontalo Peraih 4 Medali Emas Nasional 2025 |
|
|---|
| Cerita 2 Pemudi Jualan Takjil Ramadan di Kota Gorontalo |
|
|---|
| Tips Kuat Puasa saat Bekerja ala Kasmat dan Sasmita, Pegawai Minimarket Gorontalo |
|
|---|
| Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak |
|
|---|
| Sosok Vecky van Gobel, Eks Juru Sita Pengadilan Gorontalo Kini Jadi Sopir Bentor |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.