Berita Nasional

Status Terkini Erupsi Gunung Ibu Maluku, 2051 Jiwa Dipindahkan

Sebagai informasi, Gunung Ibu, yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Ibu Utara, Maluku Utara. Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
NN
Erupsi Gunung Ibu, Halmahera Barat, Maluku Utara. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Setelah melalui rapat evaluasi pada Kamis (4/7/2024), status tanggap darurat erupsi Gunung Ibu resmi dialihkan ke status Transisi Darurat Pemulihan.

Ketua Satgas Tanggap Darurat Bencana Gunung Ibu, Kolonel Arm Adietya Yuni Nurtono, menyampaikan keputusan ini di hadapan media.

Kolonel Adietya menjelaskan bahwa masa tanggap darurat yang diperpanjang sejak 19 Juni lalu telah berakhir pada Kamis ini.

Baca juga: Satgas Siber Polda Gorontalo Pantau Situs Judi Online, Tiap Hari Lakukan Pemblokiran

"Hasil rapat hari ini merekomendasikan peralihan status dari Tanggap Darurat ke Transisi Darurat Pemulihan," ujarnya.

Dalam masa transisi ini, Satgas akan memulangkan para pengungsi secara bertahap setelah melakukan sosialisasi.

"Langkah-langkah yang kita lakukan, tentu kita akan sosialisasikan ke pengungsi. Kemudian secara bertahap kita lakukan pemulangan pengungsi ke desanya masing-masing," jelas Kolonel Adietya.

Baca juga: 7 Berita Populer Hari Ini Kamis, 4 Juli 2024: Warga Talumolo Blokade Jalan hingga Longsor Bertambah

Saat ini, terdapat 2051 jiwa yang menempati lima pos pengungsian di Kecamatan Ibu.

Kepulangan para pengungsi diharapkan dapat berjalan lancar dan aman.

Kristianto, Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Ibu dari Pos Pengamatan Gunung Ibu, menambahkan bahwa peralihan status ini berdasarkan penurunan level aktivitas Gunung Ibu.

Baca juga: BMKG Ungkap Biang Kerok Hujan Lebat di Gorontalo

Pada 21 Juni 2024, Badan Geologi menurunkan status Gunung Ibu dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga).

"Dari penurunan status tersebut, jarak radius aman diperkecil dari 5 kilometer dan perluasan sektoral 7 kilometer, menjadi 4 kilometer plus sektoral 5 kilometer," jelas Kristianto.

Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa aktivitas Gunung Ibu di Level III masih cukup tinggi.

"Meski aktivitas Gunung Api di level tiga ini masih tinggi, artinya masih berpotensi melontarkan awan panas. Namun hingga saat ini belum terjadi, tetapi kita harus tetap antisipasi," ungkapnya.

Kristianto juga mengimbau kepada masyarakat yang nantinya dipulangkan untuk tidak beraktivitas di radius yang telah ditentukan oleh Badan Geologi, yaitu 4 kilometer dan perluasan sektoral 5 kilometer ke arah Utara.

Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap informasi hoax yang sering muncul di situasi seperti ini.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved