Gorontalo Memilih
Prediksi 4 Peta Koalisi Parpol untuk Pasangan Calon Gubernur Gorontalo di Pilkada 2024
Ada empat formulasi poros yang k kemungkinan akan mewarnai jalannya pemilihan Gubernur 2024 mendatang, Rabu (3/7/2024).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Prediksi-koalisi-parpol-pada-pemilihan-gubernur-Gorontalo-2024.jpg)
Golkar yang meraih posisi tertinggi perolehan kursi DPRD Provinsi Gorontalo, sebenarnya tanpa berkoalisi pun, secara mandiri partai dengan lambang pohon beringin ini telah memenuhi persyaratan.
Namun belakang, Golkar digadang-gadang akan mempersunting Nasdem sebagai tandemannya.
Meski begitu, saat ini belum ada hasil rekomendasi figur yang akan mewakili partai kuning ini.
Ada tiga nama yang sebelumnya diisukan akan maju sebagai gubernur Gorontalo, sebut saja Idah Syahidah Rusli, Marten Taha dan Toni Uloli.
Sebaliknya secara internal, NasDem memiliki tiga nama tokoh yang juga digadang-gadang akan maju, seperti Rachmat Gobel, Rahmat Datau dan Rustam Akili.
Pileg sebelumnya Golkar unggul dengan sembilan kursi anggota DPRD Provinsi Gorontalo, sementara NasDem tujuh kursi.
Baca juga: Peta Kekuatan Nelson Pomalingo dan Kris Wartabone di Pilgub Gorontalo 2024
Gerindra - Demokrat - PKB
Ketiga partai ini juga bisa menjadi satu poros kuat.
Meskipun belum ada partai yang secara terbuka menyebut siapa figur mereka nanti, namun jika berkaca dari hasil pemilu, akumulasi dari ketiga partai ini mumpuni berkoalisi mendelegasikan satu paslon.
Gerindra tercatat mendulang lima kursi, Demokrat tiga kursi dan PKB satu kursi.
PAN - PKS - Hanura
Hampir sama dengan poros ketiga, poros keempat juga memiliki amunisi jumlah kursi yang sama.
Secara berurutan, ketiganya memiliki jumlah kursi yang berbeda-beda. PKS dengan sumbangan empat kursi, PAN tiga kursi dan Hanura dua kursi.
Perlu diketahui, keempat puros diatas merupakan kemungkinan maksimal dari pemetaan jumlah kursi.
Selain itu, klasifikasi keempat poros diatas, sedikit melihat perkembangan komunikasi politik antar partai yang saat ini mulai terbuka.