Human Interest Story
Datang dari Jatim, Sampir Bin Sampan Betah 27 Tahun di Gorontalo jadi Tukang Sol Sepatu
Sampir menjalani kehidupannya di Gorontalo seorang diri. Dia tiba di kota ini pada tahun 1997 dan memulai perjalanannya sebagai tukang sol sepatu.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sampir-Bin-Sampan-74-Tukang-sol-sepatu-keliling-di-Kota-Gorontalo-Rabu-0372024.jpg)
Sampir lebih memilih menjual jasa sol sepatu secara keliling daripada menetap di satu tempat.
"Kalau mangkal, biasanya yang datang hanya satu dua orang. Kalau keliling, lumayan, dan positifnya bisa jalan-jalan," ujarnya.
Selama menjadi tukang sol sepatu, tantangan terbesar yang pernah dihadapinya adalah memperbaiki alas sepatu bot wanita yang tingginya mencapai lutut.
"Waktu itu ada sepatu bot perempuan, tinggi sampai lutut, tangan saya susah menjangkau bagian alasnya. Itu salah satu tantangan sulit yang saya ingat selama buka jasa sol sepatu ini," tukasnya. (*)