Senin, 9 Maret 2026

Berita Dunia

Utusan China Serukan Gencatan Senjata untuk Cegah Bencana Besar di Timur Tengah

Fu merinci kegagalan inisiatif yang bertujuan untuk membangun gencatan senjata, mencatat operasi militer Israel yang terus berlanjut meskipun resolusi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Utusan China Serukan Gencatan Senjata untuk Cegah Bencana Besar di Timur Tengah
Getty
Gencatan senjata di Timur Tengah. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Fu Cong, perwakilan tetap China untuk PBB, pada hari Selasa menyerukan gencatan senjata segera untuk mencegah bencana yang lebih besar di Timur Tengah.

"China meminta semua pihak untuk menahan diri, dan menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan, agar tidak menjerumuskan seluruh wilayah Timur Tengah ke dalam bencana yang lebih besar lagi," kata Fu dalam pertemuan Dewan Keamanan tentang situasi di Timur Tengah, termasuk masalah Palestina.

Fu merinci kegagalan inisiatif yang bertujuan untuk membangun gencatan senjata, mencatat operasi militer Israel yang terus berlanjut meskipun resolusi Dewan Keamanan seperti 2728 dan 2735 menyerukan penghentian segera permusuhan.

"China mendesak Israel untuk segera menghentikan operasi militer di Gaza dan menghentikan hukuman kolektif terhadap rakyat Gaza," katanya.

Fu menegaskan kembali kewajiban Israel berdasarkan hukum humaniter internasional untuk melindungi para pekerja tersebut dan memfasilitasi pengiriman bantuan yang aman.

Duta Besar tersebut menyatakan keprihatinan serius tentang potensi eskalasi regional, menggemakan peringatan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tentang situasi genting yang melampaui Gaza.

"Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membawa gencatan senjata segera dan langgeng di Gaza, peluncuran kembali awal proses pelaksanaan solusi dua negara, dan realisasi perdamaian dan keamanan abadi di Timur Tengah pada tahap awal," kata Fu, menyorot urgensi kerja sama global dalam mendorong stabilitas dan perdamaian di kawasan tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved