Sejaran dan Budaya Gorontalo
3 Makam Bersejarah di Bone Bolango Gorontalo: Raja-raja hingga Pahlawan Nasional
Kabupaten ini terbentuk dari pemekaran Kabupaten Gorontalo pada tahun 2003, dan kini telah berkembang menjadi 18 kecamatan dari awalnya hanya empat ke
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Makam-bersejarah-di-Bone-Bolango.jpg)
Di dalam kompleks makam, terdapat musholla dengan ukiran Arab di sekelilingnya, yang masih terawat dengan baik.
Musholla ini digunakan untuk salat jenazah keluarga atau keturunan Gobel. Di puncak kompleks, pengunjung bisa melihat bangunan makam Raja Hubulo dengan kubah hijau dan dinding berlapis emas.
Selain makam Raja Hubulo, terdapat puluhan makam lain dengan nama belakang Gobel, termasuk makam Tyaeb Mohammad Gobel, pendiri perusahaan elektronik Indonesia PT National Panasonic Gobel, yang juga ayah dari Rahmat Gobel.
3. Makam Raja Ruchban
Di Desa Taludaa, Kecamatan Bone, terdapat makam Raja Ruchban, peninggalan sejarah Kerajaan Bone Suwawa.
Raja Ruchban memerintah dari tahun 1856 hingga 1859 sebelum melepaskan tahtanya dan menjelajahi wilayah selatan Bone Pantai.
Perjalanan tersebut membawa Raja Ruchban dan para pengikutnya ke Taludaa, yang kini dikenal sebagai Desa Taludaa.
Makam Raja Ruchban menjadi bukti jejak sejarah kerajaan tersebut, bersama dengan dua senjata meriam yang diwariskannya.
Salah satu meriam tersebut kini dipajang di rumah adat Kabupaten Gorontalo, sementara yang lainnya berada di Kantor Camat Bone.
Makam ini berjarak sekitar 49 kilometer dari pusat Kota Gorontalo, dan dapat ditempuh dengan sepeda motor selama tujuh hingga delapan jam perjalanan darat.
Bone Bolango dengan tiga makam bersejarah ini tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Islam dan perjuangan kemerdekaan di Gorontalo, tetapi juga menjadi destinasi wisata budaya yang menarik bagi para pengunjung dari berbagai kalangan. (*)