Sejaran dan Budaya Gorontalo
3 Makam Bersejarah di Bone Bolango Gorontalo: Raja-raja hingga Pahlawan Nasional
Kabupaten ini terbentuk dari pemekaran Kabupaten Gorontalo pada tahun 2003, dan kini telah berkembang menjadi 18 kecamatan dari awalnya hanya empat ke
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango - Kabupaten Bone Bolango di Provinsi Gorontalo, Indonesia, memiliki sejarah panjang dan kaya akan warisan budaya.
Kabupaten ini terbentuk dari pemekaran Kabupaten Gorontalo pada tahun 2003, dan kini telah berkembang menjadi 18 kecamatan dari awalnya hanya empat kecamatan: Bone Pantai, Kabila, Suwawa, dan Tapa.
Bone Bolango tidak hanya kaya akan kekayaan alam tetapi juga menyimpan berbagai situs bersejarah, termasuk tiga makam terkenal yang telah menjadi tempat wisata kebanggaan masyarakat setempat.
Berikut adalah tiga wisata makam bersejarah di Bone Bolango:
1. Museum Nani Wartabone
Museum Nani Wartabone dulunya adalah rumah pahlawan nasional asal Gorontalo, Nani Wartabone.
Dibangun sejak tahun 1928, rumah ini menjadi saksi bisu perjuangan sang pahlawan.
Setelah Nani Wartabone wafat pada tahun 1986, rumah ini dirawat oleh anak dan cucunya, sebelum akhirnya dijadikan museum untuk mengenang semangat juangnya.
Museum ini terletak di Desa Bube Baru, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, sekitar 9 kilometer dari pusat Kota Gorontalo.
Selain museum, terdapat dua makam di sampingnya, yaitu makam Nani Wartabone dan istrinya, Aisyah Tangahu.
Setiap 23 Januari, hari patriotik, banyak pejabat dan masyarakat yang berziarah ke makam ini.
Di hari-hari lain, penziarah dari berbagai kalangan, termasuk warga asing, juga sering mengunjungi tempat ini.
2. Makam Raja Hubulo
Makam Raja Hubulo dikenal sebagai salah satu situs wisata sejarah penting di Bone Bolango. Raja Hubulo dipercaya sebagai wali penyebar Islam di Gorontalo sejak abad ke-17.
Makam ini terletak di Desa Keramat, Kecamatan Tapa, sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Gorontalo.
Untuk mencapai makam, pengunjung harus menaiki 60 anak tangga. Di samping pintu masuk makam, terdapat Pondok Pesantren Hubulo yang juga merupakan peninggalan sejarah Raja Hubulo.
Setelah menaiki tangga, pengunjung akan disambut oleh gerbang bertuliskan "Makam Hubulo (Gobel) Raja Bulango (1752 - 1772) Gelar Aulia Salihin, Lahir 1709 Wafat 1793".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Makam-bersejarah-di-Bone-Bolango.jpg)