Human Interest Story
Cerita Ilyas Hasan, Berdakwah di Gorontalo Lewat Bahasa Isyarat
Cerita Ilyas Hasan (42) juru bahasa isyarat (JBI) di Gorontalo. Ilyas menceritakan motivasi dan awal mula dirinya belajar bahasa isyarat.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilyas-Hasan-42-saat-menjadi-juru-bahasa-isyarat-98899.jpg)
"Namun saat ini sudah banyak lembaga organisasi yang menggunakan JBI saat konferensi pers atau siaran TV," imbuhnya.
Ilyas saat ini tinggal di Kelurahan Tomulabutao, Kota Gorontalo bersama istri dan dua anaknya.
Ia mengaku JBI bukanlah pekerjaan utamanya. Meski begitu, ia sering memenuhi permintaan panggilan dari TVRI maupun Polda Gorontalo saat menggelar konferensi pers atau siaran TV.
"Saya sebenarnya ini bekerja sebagai operator mesin, karena itu sesuai dengan besik saya," ungkapnya.
Meski begitu, ia sering menyempatkan waktu menyambangi sejumlah perkumpulan penyandang tuna rungu di Gorontalo.
Saat ini Ilyas terus mengasah bahasa isyaratnya, ia mengaku 80-85 persen bahasa isyarat berlaku secara universal.
"Saya satu dari enam JBI di Gorontalo. Dan yang paling pertama belajar bahasa isyarat itu saya," tutupnya. (*/Jian)
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|
| Sosok Loli Antuke, Marbot Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Annisa Tungkagi, Eks Nakes Gorontalo Rintis Kedai Kopi Jalanan |
|
|---|
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|