Selasa, 10 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Ilyas Hasan, Berdakwah di Gorontalo Lewat Bahasa Isyarat

Cerita Ilyas Hasan (42) juru bahasa isyarat (JBI) di Gorontalo. Ilyas menceritakan motivasi dan awal mula dirinya belajar bahasa isyarat.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Ilyas Hasan, Berdakwah di Gorontalo Lewat Bahasa Isyarat
TRIBUNGORONTALO/HERJIANTO TANGAHU
Ilyas Hasan (42) saat menjadi juru bahasa isyarat di Polda Gorontalo.  

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo-- Cerita Ilyas Hasan (42) juru bahasa isyarat (JBI) di Gorontalo.

Ilyas menceritakan motivasi dan awal mula dirinya belajar bahasa isyarat.

Kemampuannya itu ia asah sejak tahun 2013 silam. Ilyas merasa empati kepada penyandang disabilitas tuna rungu.

"Motivasi pertama sebenarnya ingin berdakwah ke mereka (tuna rungu) dengan bahasa isyarat," ungkap kepada TribunGorontalo.com,, Jumat (21/6/2024).

Saat itu kata Ilyas, media pembelajaran bahasa isyarat masih sangat terbatas, pasalnya teknologi belum sepesat saat ini.

Ia pun memutuskan untuk menyambangi para penyandang tuna rungu itu, dan melakukan pendekatan persuasif.

"Dari situ saya mulai belajar, kurang lebih sekitar tiga tahun saya belajar dari mereka," tutur Ilyas.

Awal mula belajar, dirinya harus diuji secara emosional. Pasalnya, beberapa penyandang tuna rungu menganggap dirinya adalah orang jahat.

"Ternyata mereka menganggap saya dan kita-kita ini orang normal, adalah orang jahat," ungkapnya.

Hal itu terungkap setelah Ilyas perlahan mulai menguasai bahasa isyarat secara keseluruhan.

Tak hanya itu, Ilyas mengungkapkan sejumlah fakta-fakta saat berkomunikasi dengan penyandang tuna rungu.

Mulai dari urusan rumah tangga, bahkan urusan agama kata Ilyas, sering dibicarakan saat berkomunikasi dengan mereka.

"Dorang (mereka) itu, taunya Tuhan itu ada dua, seperti yang mereka lihat di dinding rumah bertuliskan Allah dan Muhammad. Allah adalah suaminya dan Muhammad Istrinya," ungkap Ilyas. 

Dengan kemampuan bahasa yang mulai meningkat, Ilyas perlahan mulai berdakwah dan menjelaskan tentang hal-hal mendasar soal agama dan konsep ketuhanan. 

Saat itu Ilyas merasa, JBI tak akan sampai berorientasi pada urusan komersil. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved