Human Interest Story
Cerita Ilyas Hasan, Berdakwah di Gorontalo Lewat Bahasa Isyarat
Cerita Ilyas Hasan (42) juru bahasa isyarat (JBI) di Gorontalo. Ilyas menceritakan motivasi dan awal mula dirinya belajar bahasa isyarat.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilyas-Hasan-42-saat-menjadi-juru-bahasa-isyarat-98899.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo-- Cerita Ilyas Hasan (42) juru bahasa isyarat (JBI) di Gorontalo.
Ilyas menceritakan motivasi dan awal mula dirinya belajar bahasa isyarat.
Kemampuannya itu ia asah sejak tahun 2013 silam. Ilyas merasa empati kepada penyandang disabilitas tuna rungu.
"Motivasi pertama sebenarnya ingin berdakwah ke mereka (tuna rungu) dengan bahasa isyarat," ungkap kepada TribunGorontalo.com,, Jumat (21/6/2024).
Saat itu kata Ilyas, media pembelajaran bahasa isyarat masih sangat terbatas, pasalnya teknologi belum sepesat saat ini.
Ia pun memutuskan untuk menyambangi para penyandang tuna rungu itu, dan melakukan pendekatan persuasif.
"Dari situ saya mulai belajar, kurang lebih sekitar tiga tahun saya belajar dari mereka," tutur Ilyas.
Awal mula belajar, dirinya harus diuji secara emosional. Pasalnya, beberapa penyandang tuna rungu menganggap dirinya adalah orang jahat.
"Ternyata mereka menganggap saya dan kita-kita ini orang normal, adalah orang jahat," ungkapnya.
Hal itu terungkap setelah Ilyas perlahan mulai menguasai bahasa isyarat secara keseluruhan.
Tak hanya itu, Ilyas mengungkapkan sejumlah fakta-fakta saat berkomunikasi dengan penyandang tuna rungu.
Mulai dari urusan rumah tangga, bahkan urusan agama kata Ilyas, sering dibicarakan saat berkomunikasi dengan mereka.
"Dorang (mereka) itu, taunya Tuhan itu ada dua, seperti yang mereka lihat di dinding rumah bertuliskan Allah dan Muhammad. Allah adalah suaminya dan Muhammad Istrinya," ungkap Ilyas.
Dengan kemampuan bahasa yang mulai meningkat, Ilyas perlahan mulai berdakwah dan menjelaskan tentang hal-hal mendasar soal agama dan konsep ketuhanan.
Saat itu Ilyas merasa, JBI tak akan sampai berorientasi pada urusan komersil.
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|
| Sosok Loli Antuke, Marbot Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Annisa Tungkagi, Eks Nakes Gorontalo Rintis Kedai Kopi Jalanan |
|
|---|
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|