Gorontalo Banjir
BREAKING NEWS: Sungai Bone Meluap, Sejumlah Kelurahan di Kota Gorontalo Terendam Banjir
Belum ada data resmi dari otoritas resmi, namun sesuai pantauan TribunGorontalo.com, kelurahan di dua kecamatan di Kota Gorontalo, terendam.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Banjir-Bandang-di-Kota-Gorontalo-Kamis-2062024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Provinsi Gorontalo sejak tadi malam, Rabu (19/6/2024), mengakibatkan Sungai Bone meluap.
Dampaknya, sejumlah kelurahan di bantaran Sungai Bone, terendam banjir, Kamis (20/6/2024).
Belum ada data resmi dari otoritas resmi, namun sesuai pantauan TribunGorontalo.com, kelurahan di dua kecamatan di Kota Gorontalo, terendam.
Kampung Bugis di Kecamatan Dumbo Raya dan Padebuolo di Kecamatan Kota Timur, terendam banjir setinggi betis orang dewasa.
Sejak dini hari, masyarakat mulai berkemas. Barang-barang penting yang tak bisa kena air, diungsikan.
Sejumlah mobil kap terbuka lalu lalang di dua wilayah ini untuk melakukan evakuasi barang-barang berharga.
Meski sebetulnya, beberapa barang tidak sempat diselamatkan.
Loli, wanita 30 tahun yang ditemui di Kampung Bugis Kota Gorontalo mengaku dirinya sejauh ini butuh alat pembersih.
"Cuma alat bersih saja, soalnya ini rumah banyak sekali pece (lumpur)," kata Loli kepada TribunGorontalo.com.
Terutama karena sapu yang digunakan untuk membersihkan lumpur, hanyut dibawa banjir.
"Baru lagi sasapu (sapu) lain so jaga anyor (sudah hanyut)," kata dia.
Saat ditemui, Loli dengan kaki setengah terendam, sibuk mendorong lumpur-lumpur yang mengendap.
Menurutnya metode itu dapat mengurangi endapan lumpur saat air surut.
"Kalau tidak pece yang mota tinggal," kata Loli.
Sebagai informasi, Sungai Bone terbentang dari Kabupaten Bone Bolango ke Kota Gorontalo.
Sungai Bone berhulu di Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango.
Dari hulu, ia mengalir meliuk bagaikan ular raksasa, melewati berbagai desa dan kecamatan, hingga akhirnya bermuara di Teluk Tomini, Kota Gorontalo. (*)