Minggu, 15 Maret 2026

Korban Selamat Tregedi Maut Sungai Popayato Gorontalo Ceritakan Kronologi Kakek dan Adiknya Hanyut

Kejadian tragis menimpa Raflin Samindi (9), seorang bocah yang harus kehilangan kakek dan adiknya, Yunus Ismail (52) dan Rampi Samindi (6), dalam peri

Tayang:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Korban Selamat Tregedi Maut Sungai Popayato Gorontalo Ceritakan Kronologi Kakek dan Adiknya Hanyut
tribunGorontalo
Pencarian korban hanyut di Sungai Popayato, Gorontalo, Rabu (19/6/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato - Kejadian tragis menimpa Raflin Samindi (9), seorang bocah yang harus kehilangan kakek dan adiknya, Yunus Ismail (52) dan Rampi Samindi (6), dalam peristiwa hanyut di Sungai Popayato, Selasa (18/06/2024).

Dengan suara bergetar, Raflin menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya bersama kakek dan adiknya.

Awalnya, Raflin dan Rampi tinggal bersama ayah mereka di Desa Londoun.

Namun, karena masih bersedih atas meninggalnya ibu mereka 100 hari yang lalu, mereka memutuskan untuk pergi berlibur ke rumah kakek dan nenek di Desa Tingki.

Pada Selasa pagi, sekitar pukul 11.00 WITA, sang kakek mengajak Raflin dan Rampi untuk memindahkan sapi yang berada di seberang sungai.

Rampi digendong oleh sang kakek, sedangkan Raflin berjalan di sampingnya.

Setibanya di tepi sungai, Raflin melihat arus sungai yang deras dan debit air yang tinggi. Dia pun memperingatkan sang kakek untuk tidak menyeberang.

"Saya bilang ke kakek, 'jangan menyeberang, arus sungainya deras'," ungkap Raflin dengan mata berkaca-kaca.

Namun, sang kakek justru mengatakan bahwa mereka akan tenggelam bersama jika dia juga tenggelam.

Tanpa diduga, sang kakek terpeleset dan terbawa arus sungai yang deras. Raflin berusaha menolong sang kakek, namun sia-sia.

"Kakek terpeleset dan tenggelam. Saya berusaha menolongnya, tapi tidak kuat," kata Raflin.

Melihat sang kakek hanyut, Rampi panik dan berusaha berenang ke tepi sungai. Raflin pun berusaha menolong adiknya dengan menariknya ke tepi sungai.

Namun, karena kelelahan, Raflin tidak lagi mampu menahan pegangan Rampi, sehingga sang adik pun ikut terhanyut.

"Saya berusaha menolong Rampi, tapi saya tidak kuat lagi. Dia terhanyut," ujar Raflin dengan suara bergetar.

Raflin masih melihat Rampi muncul di permukaan air, namun kemudian dia tidak melihatnya lagi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved