Viral Nasional

Fakta Baru Keracunan Massal Mi Goreng di Semarang Gegerkan Warga

Kejadian ini pun tak luput dari perhatian Satreskrim Polrestabes Semarang yang langsung bergerak cepat mendalami kasusnya.

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
ILUSTRASI -- Keracunan mi goreng. 

Pemilik acara, Ari Yuniarti (46), mengungkapkan bahwa ia memesan makanan untuk arisan tersebut dari sebuah usaha katering di wilayah Cinde, Jomblang.

Ia menyajikan berbagai makanan, termasuk mi goreng, tahu bakso, pisang cokelat (piscok), dan kacang.

"Iya saya pesan sendiri di katering itu yang masih satu kelurahan, sudah beberapa kali pesan di situ, baru pertama kali ini ada kejadian seperti ini," beber dia.

Ari juga merasakan gejala keracunan, yaitu sakit perut luar biasa, setelah menyantap mi goreng tersebut.

Ia meyakini bahwa mi gorenglah yang menjadi penyebab keracunan, karena mayoritas korban merasakan gejala setelah mengkonsumsinya.

"Hampir 90 persen peserta arisan yang hadir di rumah saya merasakan keracunan semua. Namun, tidak semuanya masuk rumah sakit," terangnya.

Kapolsek Candisari, Iptu Handri Kristanto, membenarkan adanya kejadian keracunan massal ini.

Ia menjelaskan bahwa dari 85 orang yang hadir dalam arisan, 20 orang di antaranya dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas.

"Warga yang tidak kuat dilarikan ke rumah sakit ada 20 orang, di RS Roemani sebanyak 11 orang, di RS Elizabeth 2 orang, sisanya di puskesmas," ungkapnya.

Pihak kepolisian telah mengambil sampel mi goreng dan cairan muntahan untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan laboratorium akan keluar dalam waktu 4 hari.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved