Viral Nasional

Fakta Baru Keracunan Massal Mi Goreng di Semarang Gegerkan Warga

Kejadian ini pun tak luput dari perhatian Satreskrim Polrestabes Semarang yang langsung bergerak cepat mendalami kasusnya.

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
ILUSTRASI -- Keracunan mi goreng. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Puluhan warga di Kelurahan Jomblang, Candisari, Kota Semarang, dilarikan ke rumah sakit usai mengalami keracunan massal setelah menyantap mi goreng.

Menurut laporan, total 20 warga dirawat di rumah sakit akibat keracunan ini.

Kejadian ini pun tak luput dari perhatian Satreskrim Polrestabes Semarang yang langsung bergerak cepat mendalami kasusnya.

"Kami telah memeriksa delapan orang saksi, termasuk pemilik katering dan para korban," ujar Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena.

Fakta mengejutkan terungkap, anak pemilik katering pun tak luput dari keracunan ini.

Baca juga: Berapa Usia Hewan Layak Kurban Menurut Syariat Islam? Begini Penjelasan MUI Gorontalo

Sang anak bahkan ikut dirawat di rumah sakit bersama para korban lainnya.

Upaya penyelidikan terus dilakukan, dengan fokus utama pada hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.

Pihak kepolisian menargetkan hasil lab keluar pada 15 Juni 2024.

"Iya, kami menunggu hasil laboratorium yang keluar nanti tanggal 15 Juni," jelas Kompol Andika.

Kronologi

Peristiwa ini terjadi di RT 6 RW 10 Tandang, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, pada Minggu (2/6/2024).

Sekitar 85 orang, termasuk ibu-ibu PKK dan anak-anak, menghadiri arisan tersebut.

Keesokan harinya, Senin (3/6/2024), puluhan warga mulai merasakan gejala keracunan seperti pusing, mual, muntah, dan diare. Tak ayal, mereka pun dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas.

Ani, yang juga menjadi korban, menuturkan bahwa dirinya merasakan gejala keracunan setelah menyantap mi goreng yang dibungkus mika dalam acara arisan tersebut.

Baca juga: 8 Sosok Srikandi Anggota DPRD Gorontalo Utara Periode 2024-2029

"Acara arisan itu rutin sebulan sekali diikuti warga satu RT. Tidak nyangka akan seperti ini," kata dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved