Kamis, 19 Maret 2026

Gorontalo Memilih

3 Fakta Dheninda Chairunnisa, Remaja 21 Tahun Anggota DPRD Gorontalo Utara, Ternyata Anak Pengusaha

Diny, begitulah Dheninda Chairunnisa dipanggil, menjadi anggota DPRD Gorontalo Utara termuda pada periode 2024-2029.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 3 Fakta Dheninda Chairunnisa, Remaja 21 Tahun Anggota DPRD Gorontalo Utara, Ternyata Anak Pengusaha
Kolase TribunGorontalo.com
Inilah sosok Dheninda Chairunnisa, calon legislatif (caleg) terpilih daerah pemilihan (dapil) Kwandang, Gorontalo Utara. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dheninda Chairunnisa melenggang mudah menuju kursi DPRD Gorontalo Utara

Sesuai hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Dheninda Chairunnisa meraup suara terbanyak di daerah pemilihannya (Dapil). 

Gara-gara itu, Dheninda Chairunnisa bisa mengamankan satu kursi DPRD untuk partai NasDem. 

Diny, begitulah Dheninda Chairunnisa dipanggil, menjadi anggota DPRD Gorontalo Utara termuda pada periode 2024-2029.

Berikut fakta-fata tentang Diny. 

1. Anggota DPRD Termuda Se-Gorontalo

Perempuan akrab disapa Diny itu menjadi caleg termuda se-Provinsi Gorontalo di Pemilu 2024. Pasalnya saat mendaftar, Diny baru berusia 21 tahun.

Dari enam kursi tersedia, Diny berhasil mengamankan satu kursi di dapil 1 tepatnya Kecamatan Kwandang. Bahkan Diny menempati posisi pertama di dapilnya.

Ia juga berhasil mengalahkan petahana dan caleg pria. Cara jitu Diny dalam kampanye berhasil meraup suara terbanyak.

Ia berhasil memperoleh 2.846 suara dan total suara partai NasDem 5.694.

Hal ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU Kabupaten Gorontalo Utara Nomor 41/PL.01.8-PU/7505/2024 Tahun 2024 tentang Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara Pemilu DPRD Kabupaten Gorontalo Utara.

Dari 247 Caleg Anggota DPRD Gorontalo Utara yang tersebar di 6 Dapil, 25 caleg bakal mengisi kursi DPRD Gorontalo Utara.

2. Anak Pengusaha

Anak kandung dari Roni Patinasarani dan Shanti Shera ini lahir di Gorontalo Utara pada 2 April 2002. Diny merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Kedua orang tua Diny merupakan pengusaha sukses.

Wanita keturunan Bugis itu kecil dan besar di Kwandang, Gorontalo Utara.

Kepedulian Diny sudah terlihat sejak dini. Orang tuanya mendidik Diny sehingga ia suka berbagi.

3. Mahasiswa Hukum Bandung

Diny mengawali pendidikannya di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Moluo.

Enam tahun berselang Diny memilih Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kwandang sebagai tempatnya menimba ilmu.

Setelah itu Diny melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Athirah Makassar. Saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas padjadjaran Bandung Jurusan Hukum.

Tak hanya gemar peduli terhadap sesama, Diny nampaknya sudah meraih prestasi gemilang sejak SD.

Ia pernah meraih Juara 1 dalam lomba pidato tingkat provinsi di pentas PAI siswa SD dan SMP pada tahun 2013-2014. Pernah menjadi satu-satunya perwakilan Gorontalo Utara mewakili Provinsi Gorontalo ke tingkat Nasional.

Tak hanya itu ia juga pernah mendapat penghargaan siswa sosial saat SMP.

Kepiawaiannya dalam publik speaking dan manajemen waktu, Diny dipercaya menjabat sebagai bendahara garda pemuda NasDem Gorontalo Utara.

Diny bercerita awal mula ia tertarik dengan dunia politik dan terjun mendaftarkan diri sebagai Calon legislatif dapil Kwandang, Gorontalo Utara.

Diny awalnya pada masa sekolah mengaku penasaran jika ada temannya selalu terlambat datang ke sekolah.

"Dia selalu terlambat, jadi saya penasaran kenapa dia terlambat ada apa," tanya Diny dalam hatinya saat itu.

Karena keresahan dan sejuta tanya di otaknya Diny memberanikan diri untuk berkunjung ke Rumah temannya di Desa Masuru, Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara kala itu.

Sempat beberapa kali becak motor (bentor) menolak tempat tujuan Diny di Desa Masuru.

"Karena saya bilang bayar dua kali lipat, akhirnya ada yang mau," ucapnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (23/4/2024).

Akhirnya setelah melihat langsung, Diny langsung paham dengan kondisi temannya itu. Ternyata selama ini temannya selalu melewati akses jalan yang sulit.

"Jalan di sana rusak parah, jembatan rusak, bahkan kendaraan tidak bisa lewat, harus jalan kaki," ungkap Diny.

"Makanya waktu itu langsung muncul cita-cita ingin memperbaiki, kalau aku jadi bupati aku perbaiki," tambahnya.

Tak hanya itu saja, motivasi Diny menjadi caleg juga karena melihat banyak perempuan yang tidak mampu memberikan susu kepada anaknya. 

Diny pernah mendapati seorang ibu yang memberikan air keruh kepada anaknya.

"Ternyata itu air gula, mereka tidak mampu membeli susu, mungkin dengan saya menjadi caleg ini bisa menjadi batu lompatan saya ke depan," paparnya.

Padahal Diny diberikan pilihan oleh kedua orang tuanya, tanpa menjadi Caleg pun ia bisa meraih cita-citanya kuliah di luar negeri.

"Dikasih pilihan sama orang tua. Kuliah di Turkey atau di mana pun terserah silahkan memilih. Karena Diny punya jiwa sosial yang tinggi, akhirnya pilih nyaleg," tuturnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved