Berita Gorontalo
Akhiri Masa Jabatan Wali Kota Gorontalo, Ini Akan Dilakukan Marten Taha
Di akhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengungkapkan profesinya jika pensiun dari dunia politik
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Gorontalo-Marten-Taha-dan-Wakil-Wali-Kota-Gorontalo-Ryan-Kono-888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Di akhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengungkapkan rencannya jika pensiun dari dunia politik
Kepada TribunGorontalo.com ia membeberkan akan menjadi seorang dosen ekonomi di Universitas Muhammadyah Gorontalo.
Kampus itu berada di Jalam Prof Dr H Mansoer Pateda, Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Apalagi latar belakang pendidikan Marte yang memiliki gelar doktor bidang antropologi dari Universitas Hasanudin.
Bahkan saat diwisuda pun Marten menjadi lulusan terbaik, di wisuda periode IV tahap I tahun akademik 2021/2022, Universitas Hasanudin.
"Saya sebelumnya mengajar di beberapa perguruan tinggi baik di Manado (Sulawesi Utara) maupun di Gorontalo," kata Marten kepada TribunGorontalo.com, Jumat (31/5/2024).
Kendati begitu, Marten mengungkapkan kebanyakan jam mengajarnya lebih banyak di Manado dibandingkan di Gorontalo.
Informasi mengenai dirinya menjadi dosen ini juga pernah dibeberkannya saat memberikan sambutan di beberapa tempat.
"Itu salah satu pekerjaaan dan kembali seperti rakyat biasa," tambahnya.
Kendati begitu, Marten optimis dan ikut berkontestasi dalam Pemilihan Gubernur Provinsi Gorontalo periode 2024-2029.
Sama dengan Marten Taha, Ryan Kono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota juga mengungkapkan hal yang sama. Jika tidak di karir politik lagi, nantinya ia akan menjadi masyarakat biasa.
Akan tetapi ia juga mengaskan akan ikut serta dalam pemilihan Calon Wali Kota Gorontalo Periode 2024-2029 nanti.
Saat ini spanduk pencalonannya telah menyebar di berbagai sudut Kota Gorontalo, mulai dari yang sekadar baliho sampai billboard jalanan.
"Jadi anggota masyarakat, masyarakat biasa atau jadi pengusaha," ungkap Ryan saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com. (*)
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|
| Nilai Zakat Fitrah Seluruh Wilayah di Gorontalo, dari Rp 40-45 Ribu, Berikut Detilnya |
|
|---|
| 5 Karyawan Tambang Pani Pohuwato Gorontalo Diduga Curi Material Mengandung Emas, 10 Kg Dibawa ke Kos |
|
|---|
| Jumlah Polisi Bersertifikat Tilang di Gorontalo Masih Terbatas, Polda Datangkan Tim Uji ke Daerah |
|
|---|
| Khutbah Berbasis Sains, Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo Uraikan Manfaat Medis dari Perbuatan Baik |
|
|---|