Kamis, 5 Maret 2026

Jatanras

Pencuri Pecahkan Kaca Mobil di Bekasi, Gasak Barang Berharga, Polisi Periksa 4 Saksi

Sebelumnya diketahui, warga Bantargebang, Ahmad Apandi (38) menjadi korban modus pecah kaca di lokasi tersebut pada Kamis (16/5/2024) dan mengalami ke

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pencuri Pecahkan Kaca Mobil di Bekasi, Gasak Barang Berharga, Polisi Periksa 4 Saksi
Wartakota
Posisi kaca mobil milik korban bernama Apandi dalam kondisi pecah. Polisi periksa saksi terkait aksi pencurian Rp 450 Juta dengan modus pecah kaca mobil di Warung Gabus Pucung, di Jalan Raya Narogong, Bekasi. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Bekasi.

Kali ini, peristiwa naas ini menimpa seorang warga di Warung Gabus Pucung, Jalan Raya Narogong, Kecamatan Rawalumbu.

Para pelaku berhasil menggasak barang berharga dari dalam mobil korban.

Kapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Muhammad Firdaus, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi dan pelapor untuk mengungkap identitas para pelaku.

"Pelaku belum diketahui. Mohon waktu supaya dapat hasil yang baik, dan kini ada empat orang saksi dengan pelapor yang diperiksa," ujar Firdaus, Selasa (28/5/2024).

Upaya penyelidikan juga dilakukan dengan mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Namun, sayangnya rekaman CCTV tersebut tidak secara jelas menunjukkan pelaku.

"CCTV ada yg diamankan, namun belum mengarah jelas ke pelaku," tutup Firdaus.

Hingga berita ini diturunkan, para pelaku masih dalam pengejaran oleh pihak kepolisian.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya diketahui, warga Bantargebang, Ahmad Apandi (38) menjadi korban modus pecah kaca di lokasi tersebut pada Kamis (16/5/2024) dan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Apandi mengatakan uang tersebut milik ayahnya yang berasal usai menjual tanah.

Akibat dari kejadian itu, ia dan ayahnya merasa sangat terpukul. 

Pasalnya uang tersebut direncanakan untuk pembayaran biaya rumah sakit pengobatan ibunya.

“Uang itu buat bayar rumah sakit ibu saya, bahkan sekarang ibu saya sudah meninggal (setelah kejadian),” kata Apandi, Jumat (17/5/2024).

Apandi memaparkan kronologi kejadian yang akibatkan kerugian Rp 450 juta itu bermula saat dirinya dengan ayahnya makan siang sekira pukul 10.30 WIB usai menarik tunai di satu Bank yang berada di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. 

Lebih kurang 10 menit makan di Jalan Raya Narogong, Rawalumbu, Kota Bekasi, ia dan ayahnya pun hendak pergi ke mobilnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved