Kominfo Ancam Tutup Telegram Gara-gara Judi Online
Menurutnya, platform lain seperti Google sudah menunjukkan itikad baik dengan membantu pemerintah memerangi judi online.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) geram dengan Telegram yang dianggap tak kooperatif dalam memberantas judi online.
Ancaman keras pun dilontarkan, platform perpesanan populer ini bisa saja diblokir di Indonesia!
"Tinggal Telegram yang tidak kooperatif!" tegas Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi, dalam konferensi pers hari Jumat (24/5/2024).
Menurutnya, platform lain seperti Google sudah menunjukkan itikad baik dengan membantu pemerintah memerangi judi online.
Baca juga: Kasus Anak 16 Tahun di Pohuwato Gorontalo jadi Korban Rudapaksa jadi Prioritas Polisi
Bahkan, pekan depan Kominfo akan berdiskusi dengan Google untuk memaksimalkan teknologi AI mereka dalam melacak situs judi online.
"Kalau Google, Minggu depan kita akan diskusi karena Google Cloud sudah membuat semacam teknologi mereka, AI untuk men-scrolling, untuk melacak semua judi online di platform mereka," jelas Budi Arie.
Di sisi lain, Telegram justru dianggap "bandel". Platform ini menjadi primadona baru bagi para bandar judi online untuk menjerat korban.
"Sekarang ada trend para judi online ini mainnya di Telegram. Karena itu, saya ingatkan kepada platform Telegram jika tidak mau kooperatif untuk memberantas judi online ini, pasti akan kami tutup!" tegas Menkominfo.
Hampir 2 Juta Konten Judi Online Diblokir!
Selama kurun Juli 2023 hingga Mei 2024, Kominfo telah memutus akses terhadap hampir 2 juta konten judi online.
"Pemutusan akses 1.918.520 konten bermuatan judi online sejak 17 Juli 2023 hingga 22 Mei 2024," tegas Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam konferensi pers, Jumat (24/5/2024).
Baca juga: Kabur Ketika Akan Ditangkap, Tersangka Penusuk Imam Musala Ditembak Polisi
Upaya pemberantasan ini tak berhenti di situ. Kominfo juga telah bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam judi online.
555 akun e-wallet atau dompet elektronik terkait judi online telah diajukan penutupan kepada BI selama periode 5 Oktober 2023 hingga 22 Mei 2024.
5.364 rekening bank terkait judi online juga diajukan pemblokiran kepada OJK sejak 17 September 2023 hingga 22 Mei 2024.
Tak hanya itu, Kominfo pun gencar membersihkan situs-situs pendidikan dan pemerintahan dari konten judi online.
18.877 sisipan halaman judi di situs pendidikan telah diturunkan atau dihapus sejak tahun 2023 hingga 22 Mei 2024.
22.714 sisipan halaman judi di situs pemerintahan juga bernasib sama.
Untuk melacak pergerakan judi online, Kominfo pun mengidentifikasi 10 keyword atau kata kunci yang paling banyak digunakan dalam sepekan terakhir.
Live slot
Rtp slot
No limit
Situs slot
Slot gacor
Pragmatik slot
Kasino online
Togel
Bonus slot
Seqi9
Keyword-keyword ini kemudian diteruskan kepada Google dan Meta untuk memudahkan patroli konten judi online.
20.241 keyword telah diberikan kepada Google sejak 7 November 2023 hingga 22 Mei 2024.
2.702 keyword juga diberikan kepada Meta sejak 15 Desember 2022 hingga 22 Mei 2024.
Langkah tegas Kominfo ini patut diapresiasi. Pemberantasan judi online memang perlu dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatifnya.(*)
| Terungkap Penyebab Judi Online Menjamur di Indonesia, 30 Ribu Rekening Diblokir OJK Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Bareskrim Sita Rp 37,6 Miliar dari Sindikat Judi Online, Ribuan Rekening Dibekukan |
|
|---|
| Pasutri Prabumulih Raup Rp60 Juta dari Judi Online Adu Ikan Cupang, Ditangkap Polisi di Palembang |
|
|---|
| 7 Ribu Rekening Bansos Diblokir Gara-gara Terindikasi Judi Online |
|
|---|
| Ingin Tahu NIK Kamu Terdaftar Pinjol atau Judol? Begini Langkah Mudahnya Pakai HP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Telegram-akan-diblokir-Kominfo.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.