Kasus Malaria Gorontalo
Kabupaten Pohuwato Tekan Kasus Malaria, dari 718 Terisa 313
Hal ini merupakan hasil dari upaya bersama pemerintah, dinas kesehatan, dan masyarakat dalam memerangi penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato -- Kasus malaria di wilayah Pohuwato menunjukkan penurunan drastis, dari 718 kasus di empat bulan pertama tahun 2024 menjadi 313 kasus saat ini.
Hal ini merupakan hasil dari upaya bersama pemerintah, dinas kesehatan, dan masyarakat dalam memerangi penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles ini.
Penurunan signifikan ini dikaitkan dengan berkurangnya aktivitas tambang ilegal dan langkah-langkah pencegahan yang gencar dilakukan oleh puskesmas di setiap kecamatan.
Salah satu upaya utama adalah fogging atau penyemprotan di sarang nyamuk yang dilakukan secara rutin.
Baca juga: UKT Universitas Gorontalo Naik, Prodi Eksakta Lebih Mahal
"Penurunan ini berkat kerjasama yang baik antara semua pihak, terutama puskesmas yang aktif melakukan fogging di berbagai titik," ujar Fidi Mustafa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato, kepada TribunGorontalo.com, Selasa (21/05/2024).
Upaya pencegahan lainnya adalah pendirian posko screening di setiap pintu masuk tambang. Posko ini bertujuan untuk mendeteksi dini dan mencegah penyebaran malaria di area tambang yang rawan.
Meskipun kasus malaria telah menunjukkan penurunan, Fidi menegaskan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga.
Empat kecamatan, yaitu Paguat, Taluditi, Buntulia, dan Popayato, akan terus menjadi fokus utama pemantauan dan pencegahan.
"Kita tidak boleh lengah. Pemantauan dan edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan untuk mencegah peningkatan kasus," tegas Fidi.
Baca juga: Kepala BKN dan Penjabat Gubernur Lakukan Peletakan Batu Pertama Kantor BKN Gorontalo
Lebih lanjut, Fidi mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pencegahan malaria.
Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
"Mari bersama-sama kita jaga kebersihan lingkungan dan timbun kubangan air di sekitar rumah. Ini adalah salah satu langkah kecil yang bisa berdampak besar dalam memerangi malaria," tutup Fidi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-05-21_Kasus-malaria-di-Pohuwato.jpg)