Kecelakaan Bus di Subang
Ngaku Om Korban Kecelakaan Bus, TikToker Raup Donasi Rp11 Juta, Ibu Almarhum: Itu Mah Sudah Penipuan
Di tengah duka kecelakaan bus pelajar SMK Lingga Kencana, ternyata ada segelintir orang 'aji mumpung' (memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kisah-Dea-Siswi-SMK-Lingga-Kencana-Lolos-Dari-Maut-saat-Kecelakaan-di-Ciater.jpg)
Jumlah uang tersebut diketahui berdasarkan unggahan si pelaku di media sosialnya.
Pelaku mempublikasikan donasi palsunya di media sosial TikTok.
Berencana lapor polisi
Merasa dirugikan, Rosdiyana akan membawa masalah donasi palsu yang mengatasnamakan keluarganya ke ranah hukum.
"Sampai sekarang kami masih mencari bukti-bukti yang kuat.
Semisal nanti sama keluarga rembukan lagi, dan kalau ada jawaban pastinya, baru nanti kami undang pihak hukum," kata Rosdiyana.
Kini, pihak keluarga tengah mencari bukti soal pembukaan donasi oleh pihak yang tak bertanggung jawab itu.
Apabila bukti sudah cukup, mereka akan menyampaikannya ke aparat kepolisian untuk diusut.
Pihak keluarga Mahesya berharap tak ada lagi masyarakat yang tertipu dengan pembukaan donasi itu.
Baca juga: Daftar Korban Luka Kecelakaan Bus di Subang, 16 Orang Diduga Siswa SMK Lingga Kencana
Yayasan SMK Lingga Kencana Buka Suara
Pihak Yayasan SMK Lingga Kencana Depok, Jawa Barat memberi penjelasan terkait kecelakaan maut yang menimpa rombongan siswa SMK Lingga Kencana di Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) malam.
Pihak yayasan menyebut jika kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunan yang telah disepakati orang tua siswa.
Pihak yayasan tak menyesal menyewa Bus Trans Putera Fajar.
Mereka menegaskan jika bus yang digunakan dalam keadaan baik.
Diketahui, Bus Trans Putera Fajar dengan nomor polisi AD-7524-OG membawa puluhan murid SMK Lingga mengalami kecelakaan maut di Subang.