Kecelakaan Bus di Subang
Ngaku Om Korban Kecelakaan Bus, TikToker Raup Donasi Rp11 Juta, Ibu Almarhum: Itu Mah Sudah Penipuan
Di tengah duka kecelakaan bus pelajar SMK Lingga Kencana, ternyata ada segelintir orang 'aji mumpung' (memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kisah-Dea-Siswi-SMK-Lingga-Kencana-Lolos-Dari-Maut-saat-Kecelakaan-di-Ciater.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Di tengah suasana duka kecelakaan bus pelajar SMK Lingga Kencana, ternyata ada segelintir orang 'aji mumpung' (memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi).
Tiktoker itu menggalang dana dan mengaku pihak keluarga salah satu korban meninggal dunia.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Rosdiyana (37), ibunda almarhum Mehesya Putra.
Rosdiyana menyebut ada orang yang mengaku sebagai om dari anaknya untuk menggalang donasi di media sosial TikTok.
"Iya, dia (pelaku) ngakunya sebagai omnya Mahesya di Surabaya membuka donasi.
Padahal Mahesya enggak punya om di sana," ujar Rosdiyana saat berbincang dengan Kompas.com, Rabu (15/5/2024).
Rosdiyana menegaskan, keluarga besar Mahesya seluruhnya berdomisili di Depok, tidak ada yang berada di daerah lain.
Pihak keluarga sangat keberatan dengan pembukaan donasi itu.
Menurut Rosdiyana, pihaknya tidak sampai berpikir untuk meminta sumbangan ke publik atas musibah yang baru dialami.
"Boro-boro mikirin seperti itu. Kami ini masih repot urus sana sini.
Jadi keluarga enggak mungkin buka donasi seperti itu," jelas Rosdiyana.
"Itu mah sudah penipuan namanya. Sudah penggelapan namanya," lanjut dia.
Sudah Kumpulkan Rp 11 juta
Rosdiyana mengungkapkan, donasi palsu tersebut berhasil meraup uang lebih dari Rp 11 juta.
"Saya tahu dari keponakan. Katanya donasi yang terkumpul sudah Rp 11 juta lebih," ujar Rosdiyana.