Selasa, 17 Maret 2026

Berita Internasional

Ketimpangan! India Mendarat di Bulan Sedangkan Anak-anak di Karachi Meninggal di Got

Pernyataan Kamal di Majelis Nasional pada hari Rabu (15 Mei 2024) memicu sorotan tajam atas kesenjangan mencolok antara pencapaian India dalam bidang

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ketimpangan! India Mendarat di Bulan Sedangkan Anak-anak di Karachi Meninggal di Got
imagesvs.oneindia.com
Anggota parlemen Pakistan, Syed Mustafa Kamal. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Anggota parlemen Pakistan, Syed Mustafa Kamal, melontarkan kritik pedas terhadap kondisi memprihatinkan di Karachi, kontras dengan kemajuan luar biasa negara tetangga, India.

Pernyataan Kamal di Majelis Nasional pada hari Rabu (15 Mei 2024) memicu sorotan tajam atas kesenjangan mencolok antara pencapaian India dalam bidang luar angkasa dan realitas tragis di Karachi.

"Di saat dunia menuju bulan, anak-anak tak bersalah di Karachi meninggal karena jatuh ke dalam got terbuka," kata Kamal dalam pidatonya.

"Di layar yang sama, ada berita bahwa India mendarat di bulan, dan dua detik kemudian ada berita tentang anak yang meninggal di got terbuka di Karachi," tambahnya. 

Baca juga: 671 Peserta Ikuti Seleksi Calon Anggota PPS Kabupaten Gorontalo Utara, Perempuan Terbanyak

Kamal, pemimpin Muttahida Quami Movement Pakistan (MQM-P), tidak hanya menyoroti infrastruktur yang buruk, tetapi juga krisis air bersih yang melanda Karachi.

Ia mengutip laporan yang menyebutkan bahwa 7 juta anak di Karachi dan lebih dari 26 juta anak di seluruh Pakistan tidak bisa bersekolah.

Baca juga: Komentar IAW soal Pemerikasaan Sandra Dewi, Sebut Kejagung Ragu dengan Keterangan Istri Harvey

"Karachi adalah mesin pendapatan Pakistan," tegas Kamal.

"Dua pelabuhan laut yang beroperasi di Pakistan sejak awal berdirinya negara ini, keduanya berada di Karachi. Kami (Karachi) adalah gerbang ke seluruh Pakistan, dari Asia Tengah hingga Afghanistan," katanya. 

Selama 15 tahun, Karachi tidak mendapatkan sedikitpun air bersih. Bahkan air yang datang, ditimbun oleh mafia tangki dan dijual kepada penduduk Karachi.

Kamal mengungkapkan bahwa dari total 48.000 sekolah, 11.000 di antaranya adalah 'sekolah hantu'.

"70 lakh anak di Sindh tidak bersekolah dan total 26,2 juta anak di seluruh negeri tidak bersekolah. Jika kita hanya fokus pada hal ini, para pemimpin negara seharusnya tidak bisa tidur nyenyak," ujarnya.

Pernyataan Kamal ini menggemakan frustrasi banyak warga Karachi yang merasa terabaikan oleh pemerintah.

Di sisi lain, India baru saja mencapai tonggak sejarah penting dengan pendaratan Chandrayaan-3 di bulan pada Agustus 2023.

Baca juga: 671 Peserta Ikuti Seleksi Calon Anggota PPS Kabupaten Gorontalo Utara, Perempuan Terbanyak

Prestasi ini menjadi simbol kemajuan teknologi dan ilmiah India, yang semakin kontras dengan krisis sosial dan ekonomi di Pakistan, terutama di kota besar seperti Karachi.

Pakistan saat ini tengah bergulat dengan tantangan ekonomi serius, seperti tekanan keuangan, inflasi tinggi, dan utang yang meningkat.

Negara ini sedang mencari program pinjaman baru dari Dana Moneter Internasional (IMF) di bawah Extended Fund Facility (EFF). (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved