Jokowi di Gorontalo
Jokowi Pakai Upiya Karanji Bermotif Burung Maleo saat Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo
Selain itu, motif burung maleo pada upiya karanji juga memiliki makna simbolis. Burung maleo merupakan hewan endemik Gorontalo yang dilindungi.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2242024_pakai-upiya-karanji_Bandara-Panua-Pohuwato.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menarik perhatian saat meresmikan Bandara Panua di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Senin (22/4/2024).
Ia terlihat mengenakan upiya karanji berwarna coklat yang dihiasi motif kepala burung maleo, salah satu ikon fauna khas Gorontalo.
Maleo Senkawor atau Maleo disebut juga Panua oleh masyarakat Gorontalo yang memiliki nama ilmiah Macrocephalon maleo.
Upiya karanji merupakan topi tradisional Gorontalo yang terbuat dari anyaman Pohon Mintu (sejenis rotan).
Baca juga: BREAKING NEWS: Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo
Biasanya, topi ini dikenakan oleh para pejabat adat atau tokoh masyarakat dalam acara-acara adat dan resmi.
Penggunaan upiya karanji oleh Presiden Jokowi ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan tradisi Gorontalo.
Selain itu, motif burung maleo pada upiya karanji juga memiliki makna simbolis. Burung maleo merupakan hewan endemik Gorontalo yang dilindungi.
Penggunaan motif ini menunjukkan komitmen Presiden Jokowi untuk menjaga kelestarian alam dan budaya Gorontalo.
Upiya Karanji, bukan sekadar penutup kepala biasa. Bagi masyarakat Gorontalo, peci ini memiliki makna yang jauh lebih dalam.
Sejak zaman dahulu, Upiya Karanji telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan identitas Suku Gorontalo.
Dibuat dari anyaman tumbuhan mintu (sejenis rotan) yang tumbuh di hutan Gorontalo, Upiya Karanji memiliki ciri khas bentuknya yang unik, seperti keranjang.
Baca juga: Seru! Presiden Jokowi Gabung SSB Primavera saat Pertandingan Melawan SSB Gorontalo United
Selain nyaman dipakai, peci ini juga memiliki nilai estetika yang tinggi.
Lebih dari sekadar pelengkap busana, Upiya Karanji menjadi simbol identitas Suku Gorontalo.
Penggunaan Upiya Karanji tak hanya terbatas pada acara adat atau keagamaan. Peci ini juga sering dipakai dalam keseharian, baik oleh pria maupun wanita.
Hal ini menunjukkan bahwa Upiya Karanji telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Gorontalo.