Kamis, 5 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Denis Satingi, Mahasiswa Berprestasi Bercita-Cita Jadi Pengacara

Cerita Denis Satingi (19) mahasiswa berprestasi di Gorontalo yang bercita-cita menjadi pengacara.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Andika Machmud | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Denis Satingi, Mahasiswa Berprestasi Bercita-Cita Jadi Pengacara
TRIBUNGORONTALO/ANDIKAMACHMUD
Denis Satingi, Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Cerita Denis Satingi (19) mahasiswa berprestasi di Gorontalo yang bercita-cita menjadi pengacara.

Pemuda kelahiran 24 Juni 2004 sejak duduk di bangku SMA 1 Kota Gorontalo sudah menorehkan banyak prestasi

Prestasi yang diraihnya antara lain, menjuarai lomba debat hukum tingkat nasional oleh Fordehkonsmero Law Fair hingga mendapatkan kemenangan dalam lomba karya tulis ilmiah.

Selain di akademik, Denis juga berprestasi di bidang seni seperti olah vokal. Terbukti bahwa dirinya mendapatkan juara 1 vokal putra tingkat Provinsi Gorontalo.

Denis mengungkapkan segala halnya itu diraih tidak mudah, melainkan banyak persiapan yang dilakukan.

Persiapan diri untuk bidang akademik seperti debat, ungkap Denis, dirinya berusaha keras untuk latihan kemudian memperdalam tujuan kegiatan dan cara memenangkan perlombaan tersebut.

Untuk persiapan khusus bidang seni, Denis mengungkap dirinya tetap sama latihan akan tetapi yang membedakan adalah mengetahui selera dari juri yang akan menjadi tim penilai.

Paling penting di antara semua persiapan, ungkap Denis adalah persiapan mental.

Denis merasa memberikan kontribusi untuk sekolahnya adalah ketika dirinya mendapatkan juara 1 dalam debat hukum tingkat nasional.

"Saat itu saya lebih dikenal dan mengenal banyak orang dan tentu ini berguna karena menambah relasi," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (18/04/2024).

Meski banyak prestasi, Denis menjelaskan ada beberapa kesulitan yang harus ditanggung dirinya.

Menurutnya, mengikuti berbagai perlombaan saat SMA berakibat dirinya jarang masuk kelas untuk mengikuti pelajaran.

"Meski diberikan dispensasi itu bukan berarti bahwa kita sebebas-bebasnya, melainkan kita diberikan waktu lebih untuk bisa menyusul pelajaran," jelasnya.

Memasuki perkuliahan, Denis menceritakan dirinya memilih dua jurusan yang berbeda.

Saat itu adalah jurusan hukum dan psikologi.

Meski pilihan pertama adalah psikologi di Universitas Gadjah Mada (UGM), namun dirinya diterima di Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

"Logisnya saya pilih hukum karena saya pernah mengikuti debat hukum," terangnya.

Meski hukum menjadi pilihan kedua, namun Denis mengakui jika saat ini dirinya merasa berkembang pesat dari segi ilmu pengetahuan.

Denis merasa lingkungan di Fakultas Hukum UNG sangat mendukungnya untuk meningkatkan ilmu pengetahuan baik akademik dan non akademik.

Setelah lulus nanti, Denis akan mencoba untuk menjadi pengacara.

"Saya mencita-citakan menjadi lawyer, saya ingin berkontribusi terhadap hukum di daerah saya," ungkapnya.

Saat ini, Denis akan mengikuti perlombaan seperti Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan Peksimitas.

Denis berharap ia akan terpilih mewakili Gorontalo ke tingkat nasional.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved