Senin, 9 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Abdul Kohar, Penjual Pentol Ikan Tuna di Gorontalo

Cerita Abdul Kohar (34) penjual pentol ikan tuna khas Bandung di Gorontalo. Abdul Kohar menceritakan awal datang ke Gorontalo

Tayang:
Penulis: Andika Machmud | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Cerita Abdul Kohar, Penjual Pentol Ikan Tuna di Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/ANDIKAMACHMUD
Abdul Kohar, Penjual Pentol Ikan Tuna di Gorontalo, 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Cerita Abdul Kohar (34) penjual pentol ikan tuna khas Bandung di Gorontalo

Abdul Kohar menceritakan awal datang ke Gorontalo. Temannya menceritakan tingginya penghasilan yang mencapai Rp 400 ribu per hari.

Pria asal Bandung ini pun tertarik merantau dan berjualan pentol ke Gorontalo. Namun, kenyataan yang dihadapi Abdul tidak seindah itu

Dirinya mengaku hanya memperoleh pendapatan sebanyak Rp 30 ribu, jika ramai dapat Rp 150 ribu per hari

"Pendapatan itu di bagi 30 persen, misalnya kita kotornya untung Rp 100 ribu, jadi milik kita itu Rp 30 ribu per hari," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (17/04/2024).

Abdul menuturkan penjualan pentol saat ini sudah semakin sulit akibat banyaknya saingan yang berjualan makanan sejenis.

"Mungkin sudah ini rezekinya, kalau dipikir lagi kita harus tetap mensyukuri, harus dijalani karena nasi sudah jadi bubur," terangnya.

Sebelumnya, Abdul menetap di Bandung bersama istri dan anak-anaknya.

Dirinya mengaku mempunyai warung yang berada di pinggir pantai.

Akibat merantau, Abdul tidak dapat menjalani Hari Raya Idul Fitri bersama keluarganya.

"Boro-boro untuk pulang ke Jawa, hidup di sini saja ibaratnya pas-pasan," jelasnya.

Istri dan keluarganya diketahui tidak mengikuti Abdul merantau, melainkan tetap menetap di Bandung.

Selama enam bulan menjalani masa perantauan, Abdul bekerja keras agar dirinya dapat pulang kampung dan menjalani kehidupan seperti sebelumnya.

Selain itu, Abdul mengaku dirinya harus melunasi terlebih dahulu hutang transportasinya menuju ke Gorontalo sebelum balik kampung.

"Jadi sebelum ke sini sama bos itu saya dipinjamkan uang transport pesawat, sebelum saya usaha untuk beli tiket lagi, saya harus lunasi dulu utang itu," tuturnya.

Dari perhitungannya, dirinya bisa balik kampung lagi setahun kemudian.

Diketahui saat berjualan di Hari Raya Ketupat, Abdul mendapatkan musibah.

Gerobak Abdul terbalik dan mengakibatkan 300 pentol lebih tercecer di jalanan.

"Saya harus ganti tadi, soalnya ada larangan jualan di pinggir jalan, kemudian saya mau pindah, gerobak saya masuk lubang dan terbalik, bukannya untung malah buntung," ungkapnya.

Saat ini, Abdul mengaku telah mendapatkan Rp 30 ribu sejak pagi hingga siang hari.

Abdul mengaku jika pengalaman ini akan dijadikannya sebagai pelajaran hidup.

"Tidak lagi, kalau ada yang ajak lagi nanti saya sudah balik saya akan berkaca pada pengalaman ini, cukup sekali lagi saja, selebihnya saya harus bersyukur mungkin ini sudah jalan takdir," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved