Khatib Idulfitri Viral

Isi Khotbah Ustaz di Bantul Dipastikan Kemenag Melanggar Imbauan Menteri Agama

"Memang isi khotbah tersebut tidak mengindahkan imbauan materi,” kata Ahmad dikutip dari TribunNews, Sabtu (13/4/2023). 

|
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Kolase
Khatib viral di media sosial usai bawakan materi khotbah politis. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kanwil Kemenag Bantul, Yogyakarta menanggapi isi khotbah viral di media sosial.

Isi khotbah itu bermuatan politik, sehingga banyak warga yang protes saat dibawakan di Hari Raya Idulfitri 1445 H kemarin. 

Kakanwil Kemenag Bantul, Ahmad Shidqi menjelaskan, bahwa pihaknya segera menelusuri video viral tersebut. 

Hasilnya, menurut dia isi khotbah itu melanggar SE Menag Nomor 9/2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan.

"Memang isi khotbah tersebut tidak mengindahkan imbauan materi,” kata Ahmad dikutip dari TribunNews, Sabtu (13/4/2023). 

Baca juga: Cerita Tikungan Berdarah Hati-hati Mananggu, Ada Misteri, Kecelakaan, dan Begal Meneror Pengendara

Menurut Ahmad, bahwa memang isi khotbah tersebut rupanya bukanlah permintaan dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI). 

Namun, ia menjelaskan bahwa sosok khatib tersebut adalah seorang akademisi. 

Memang,  PHBI hanya sebatas meminta agar khatib berasal dari kalangan akademisi.

Tetapi, untuk materi yang akan dibawakan, tidak dikonfirmasi maupun dilihat apakah memang tidak menyinggung. 

Padalah Ahmad mengungkapkan, jika Kemenag Bantul beberapa hari sebelum lebaran telah membuat dan mengedarkan panduan penyelenggaraan Salat Idulfitri 1445 H sebagai tindak lanjut SE Menag Nomor 1/2024.

Terdapat lima poin dalam surat edaran tersebut. Poin kelima mengatur materi khotbah harus menjunjung tinggi ukhuwah islamiyah, mengutamakan nilai-nilai toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa, serta nihil muatan politik praktis.

Baca juga: Wali Kota Gorontalo Marten Taha Gelar Open House di Rumah Pribadi

Kemenag mengimbau supaya masyarakat mencermati panduan pemerintah sehingga kejadian serupa tidak terulang di lain waktu dan tempat.

Sebelumnya diketahui, jemaah pergi meninggalkan lapangan, setelah menyimak materi khutbah yang menyitir salah satu ayat Al Quran dikaitkan dengan kecurangan pemilu.

Panitia Minta Maaf 

Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Tamanan mengaku pihaknya yang  mengundang akademisi bernama Untung Cahyono.

Ketua PHBI Tamanan, Sujendro Nugroho mengatakan, tidak mengira situasinya akan seperti ini karena menganggap semua khotib paham dengan aturan dan batasan materi ceramah saat Idulfitri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved