Heboh Nasional
Polisi Ungkap Motif Hubungan Tanpa Status di Balik Pembacokan Mahasiswi UIN Suska
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Anggi Rian Diansyah, menjelaskan bahwa pelaku memiliki harapan lebih terhadap korban, namun tidak mendapatkan
TRIBUNGORONTALO.COM – Kepolisian mengungkap motif di balik pembacokan terhadap mahasiswi UIN Suska Riau, Faradilla Ayu Pramesti (23), yang terjadi di ruang sidang kampus pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Pelaku, Raihan Mufazzar (22), disebut melakukan penyerangan karena dilatarbelakangi persoalan hubungan pribadi yang tidak memiliki status resmi.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Anggi Rian Diansyah, menjelaskan bahwa pelaku memiliki harapan lebih terhadap korban, namun tidak mendapatkan respons yang diinginkan.
“Bisa dibilang si pelaku ini memiliki harapan atau perasaan lebih terhadap korban, namun korban tidak menanggapinya sesuai dengan yang diharapkan pelaku. Mungkin bahasa sekarang hubungan tanpa status,” ujar Anggi, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, pelaku merasa kedekatan yang terjalin selama beberapa bulan layaknya hubungan pacaran, sementara korban tidak memiliki perasaan yang sama.
Baca juga: Hadapi Lonjakan Trafik Ramadan, Telkomsel Pamasuka Optimalkan 71 Titik dan Siagakan 33 Posko
“Si pelaku merasa dia ke korban itu sudah seperti layaknya pacaran, namun korban tidak merasakan hal yang sama,” katanya.
Polisi menyebut rasa sakit hati muncul ketika korban memilih menyudahi kedekatan tersebut.
“Pelaku menyatakan memang sakit hati saja kepada korban karena menurut pelaku korban menyudahi hubungan yang sudah dijalani beberapa bulan ke belakang,” tambahnya.
Datang ke Kampus Bawa Parang dan Kampak
Kapolsek Bina Widya, Nusirwan, mengungkapkan pelaku telah membawa dua senjata tajam dari rumahnya di Bangkinang, Kabupaten Kampar, sebelum menuju lokasi kejadian.
“Pelaku berangkat dari Bangkinang membawa parang dan kampak,” ujar Nusirwan.
Ia menyebut, berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku diduga telah memiliki niat untuk menghabisi korban sebelum tiba di kampus.
“Dia ini diduga ingin membunuh korban,” katanya.
Saat kejadian, korban tengah duduk bersiap mengikuti ujian akhir di ruang sidang kampus.
Pelaku datang dan sempat menyampaikan kekecewaannya sebelum akhirnya melakukan penyerangan.
Tanpa banyak percakapan, pelaku membacok tangan kiri dan kepala korban. Dalam kondisi terluka dan bersimbah darah, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar ruangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PEMBACOKAN-Seorang-pria-kanan-pelaku-pembacokan-terhadap-seorang-mahasiswi.jpg)