Tumbilotohe
Tumbilotohe dari Botol Kaca Mulai Tergerus Lampu Tumblr, Iin Sutomo: Itu Bukan Budaya Gorontalo
Iin Sutomo penjual botol kaca di Kota Gorontalo mengungkapkan dirinya menyiapkan botol kaca selama setahun.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Iin-Sutomo-penjual-lampu-botol-di-Kota-Gorontalo.jpg)
Di saat pandemi covid-19 pun Iin tetap jualan. Pendapatan Iin di masa pandemi disebut meningkat drastis.
“Sudah lima tahun saya jualan tapi nanti di masa covid memang laris, bahkan masih banyak yang mau beli tapi botolnya sudah habis,” jelasnya.
Iin mematok harga botol kaca seharga Rp5 ribu untuk empat botol kaca, sedangkan sumbunya seharga Rp500 rupiah dan minyak tanah diharga Rp35 ribu untuk ukuran 1,5 liter.
Baca juga: Tanda Tradisi Tumbilotohe Gorontalo Semakin Dekat, Penjual Lampu Botol Bermunculan di Pasar Tilamuta
Di tempat lain, Yatno Umar, warga Gorontalo mulai menjual lampu botol di lorong japangi, Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo.
Pria berusia 48 tahun ini menjual lampu botol sejak tahun 2021.
Yatno menyebut setiap tahunnya pembeli lampu botol miliknya meningkat.
Setiap ramadan selalu menyiapkan 10 karung botol kaca yang dikumpulkan dari kafe dan tempat sampah.
Dari hasil penjualan lampu botol inilah Yatno menafkahi istri dan keempat anaknya.
“Modal saya hanya sumbu,” lanjutnya.
Botol kaca dijual Yatno seharga Rp 1000 per botol. Sedangkan sumbu-sumbu Rp500 per satuan.
Ia juga menjual minyak tanah Rp35 ribu per 1,5 liter.
“Dijual Rp31 ribu tapi saya jual kembali Rp35 ribu,” imbuhnya. (*)