Tumbilotohe Gorontalo
Tanda Tradisi Tumbilotohe Gorontalo Semakin Dekat, Penjual Lampu Botol Bermunculan di Pasar Tilamuta
Hal ini terlihat dari mulai munculnya penjual lampu botol di Pasar Tradisional Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Lampu-botol-di-Pasar-Tilamuta-Kabupaten-Boalemo-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta -- Tradisi Tumbilotohe, tradisi memasang lampu botol di berbagai tempat, tiga hari sebelum berakhirnya Ramadhan, sudah mulai terasa gaungnya.
Hal ini terlihat dari mulai munculnya penjual lampu botol di Pasar Tradisional Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Saat ini, sudah ada satu orang yang terlihat berjualan lampu botol di pasar tersebut, yaitu Amina Asabi (68).
Amina mengatakan bahwa harga lampu botolnya adalah Rp 2 ribu per botol dan sumbu nya Rp 5 ribu untuk tiga sumbu. Perlu diingat bahwa harga tersebut belum termasuk minyak tanah.
"Botol itu kosong, jadi untuk isiannya di cari sendiri," tambah Amina.
Senada dengan Amina, Rusli Modamba, penjual minyak tanah di pasar tersebut, mengatakan bahwa baru ada empat orang yang menjual minyak tanah di pasar.
Harga minyak tanahnya adalah Rp 35 ribu untuk botol besar dan Rp 15 ribu untuk ukuran sedang.
Rusli mengatakan bahwa masih sedikit orang yang berjualan lampu botol dan minyak tanah karena Tumbilotohe masih beberapa hari lagi.
"Biasanya jika tinggal dua hari Tumbilotohe, pasti ada penjual yang mulai menaikan harga dari minyak tanah," kata Rusli.
"Harapan saya tahun ini kejadian seperti itu tidak terulang lagi, kasihan masyarakat jadi terbebani karena hal tersebut," tutupnya.
Tumbilotohe merupakan tradisi turun temurun yang sudah ada sejak abad ke-15 di Gorontalo. Tradisi ini merupakan simbol rasa syukur dan sukacita menyambut Hari Raya Idulfitri.(*)