Pemkot Gorontalo
Sejarah Singkat Lahirnya Kota Gorontalo
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid menjelaskan sejarah singkat mengenai lahirnya Kota Gorontalo.
Penulis: Andika Machmud | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid menjelaskan sejarah singkat mengenai lahirnya Kota Gorontalo.
Ismail menjelaskan awal mulanya terbentuk sejarah Kota Gorontalo padaabad ke-16
"Tepatnya saat itu di tahun 1531 masehi dengan adanya pemerintahan Wadipalapa," ungkapnya pada pidato Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo dalam rangka HUT Ke-296 Kota Gorontalo.
Saat itu, ungkap Ismail, masyarakat hidup berkelompok kecil.
"Ada sekitar 17 belas kelompok kecil tersebut yang hidup di Gorontalo," ungkapnya.
Saat itu ada lima kerajaan besar, yaitu kerajaan Hulonthalangi yang sekarang menjadi Kota Gorontalo, Kerajaan Limutu sekarang Kabupaten Gorontalo, kerajaan Suwawa yang sekarang menjadi Kabupaten Bone Bolango, Kerajaan Atinggola yang sekarang Kabupaten Gorontalo Utara, Kerajaan Boalemo sekarang Kabupaten Boalemo yang meliputi Paguat dan Pohuwato.
Saat itu, lanjut Ismail, ada dua kerajaan yang saat itu sangat besar pengaruh kekuasaanya.
"Yaitu Hulonthalangi dan Limutu," ungkap Ismail.
Selain dari lima kerajaan di atas, sebenarnya, lanjut Ismail, ada juga beberapa kerajaan-kerajaan kecil.
Saat pemerintahan Sultan Botutihe, kerajaan tersebut mendapatkan peningkatan terutama dalam bidang kelapa.
Saat itu pusat kerajaan berada di Dungingi yang sekarang berada di sekitar Kelurahan Tuladenggi dan Huangobotu.
"Karena di sana merupakan pusat pengolahan kelapa," ungkapnya.
Sultan Botutihe melihat gelagat yang tidak baik oleh penjajah Belanda, Ismail mengungkap, akhirnya Sultan Botutihe pusat kerajaan tersebut.
Hal ini dilakukan untuk melindungi pintu masuk bandar kota pelabuhan.
Pemindahan pusat kerajaan ini diperkirakan terjadi pada 1100 Hijriah yang bertepatan dengan 19 Maret tahun 1728 Masehi.
Dalam buku sejarah yang ditulis oleh seorang peneliti menyebutkan bahwa ketepatan lahirnya Kota Gorontalo ditandai dengan perpindahan pusat kerajaan tersebut.
"Hari lahir Kota Gorontalo ditetapkan 19 Maret, 1728 Masehi yang bertepatan dengan enam hari bulan Syaban 1140 Hijriah," ungkap Ismail.
Perpindahan tersebut berada di sekitar Kelurahan Biawu dan Biawao.
Penetapan tersebut telah ditetapkan dalam peraturan daerah.
Itulah sejarah lahirnya Kota Gorontalo yang saat ini diperingati ke-296.
"Semoga Tuhan memberikan rahmat dan karunia nya untuk daerah tercinta kita ini," tutup Ismail.
Wali Kota Marten Taha Sampaikan Pertumbuhan Pembangunan saat Rapat Paripurna DPRD
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menyampaikan sejumlah capaian indikator makro dan pembangunan di Kota Gorontalo pada Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Selasa (19/03/2024).
Beberapa pencapaian tersebut antara lain adalah pertumbuhan ekonomi, nilai gini ratio, Indeks pembangunan manusia, tingkat kemiskinan, dan angka stunting di Kota Gorontalo.
Marten menjelaskan jika pertumbuhan ekonomi di Kota Gorontalo mencapai 4,52 persen pada tahun 2023.
Hal tersebut naik 0.41 persen jika dibandingkan di tahun sebelumnya sebesar 4.11 persen.
Adapun pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo tahun 2023 naik mencapai 4.5 persen.
Menurut Marten, capaian pertumbuhan ekonomi di Kota Gorontalo dipengaruhi oleh tiga sektor.
Tiga sektor tersebut yaitu perdagangan, konstruksi, dan pemerintahan.
"Capaian positif ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Gorontalo dalam memacu pertumbuhan ekonomi setempat, khususnya dalam mendorong pelaku usaha dalam kegiatan perdagangan," ungkap Marten.
Kedua adalah Nilai Gini Rasio (Ketidakmerataan distribusi pendapatan).
Kota Gorontalo pada tahun 2023 tercatat 0,390 turun 0,006 lebih kecil dibandingkan tahun 2022 yag sebesar 0,396.
Hal ini, ungkap Marten, mengindikasikan upaya dari waktu ke waktu yang dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan distribusi pendapatan masyarakat terjaga dengan baik.
Capaian tersebut diketahui masih lebih baik daripada Gini Rasio Provinsi Gorontalo yang mencapai 0,417.
Adapun Gini Ratio Nasional capaiannya baik yaitu 0,388 dari tahun sebelumnya.
Ketiga adalah indeks pembangunan manusia Kota Gorontalo.
Indeks pembangunan manusia di Kota Gorontalo pada tahun 2023 mencapai 78,64 meningkat 0,42 dibandingkan tahun 20222 yang sebesar 78,22.
Keempat adalah tingkat kemiskinan di Kota Gorontalo.
Tingkat kemiskinan di Kota Gorontalo per Desember 2023 turun 0,09 dari 5,73 di tahun 2022 menjadi 5,64 di tahun 2023.
Angka ini tentunya jauh dibawah angka kemiskinan nasional yakni 9,36 dan angka kemiskinan Provinsi Gorontalo yaitu 15,15.
Adapun kemiskinan ekstrem di Kota Gorontalo turun dari 0,47 persen pada tahun sebelumnya menjadi 0,2 persen pada tahun ini.
Kelima adalah angka stunting di Kota Gorontalo.
Pada tahun 2022 angka stunting di Kota Gorontalo mencapai 19,1 persen turun dari tahun 2021 yang mencapai 26,5 persen.
Capaian tersebut diketahui lebih baik dari Provinsi dan Nasional yang masing-masing sebesar 21,6 persen dan 23,8 persen.
Untuk tahun 2023, ungkap Marten, dirinya belum bisa menyampaikan karena sampai saat ini belum dirilis.
Namun Marten optimis akan lebih baik daripada tahun 2022.
Keenam adalah Kota Gorontalo kembali mendapatkan predikat opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan tahun 2023.
WTP diketahui adalah opini audit yang diterbitkan jika laporan keuangan memberikan informasi yang bebas dari salah saji material.
Hal ini adalah kesembilan kalinya secara berturut-turut yang didapatkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo.
Marten menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang bersama-sama dapat mempertahankan opini WTP untuk mewujudkan transparansi pemerintahan
"Apresiasi juga saya ucapkan kepada seluruh perangkat daerah yang bersama-sama mempertahankan opini WTP," tutur Marten
Wali Kota Sampaikan Tantangan dan Pekerjaan Rumah untuk kota Gorontalo
Marten Taha menjelaskan kepada DPRD Kota Gorontalo dan masyarakat mengenai tantangan dan pekerjaan rumah (PR) untuk Kota Gorontalo.
Pada kegiatan Rapat Paripurna DPRD kota Gorontalo dalam rangka HUT ke-296 Kota Gorontalo, marten menyampaikan beberapa hal yang perlu dituntaskan bersama baik pemerintah maupun masyarakat.
Pekerjaan rumah yang pertama yaitu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Gorontalo per Desember 2023 sebesar 4,06 persen.
Angka ini diketahui lebih tinggi 0,56 persen dibandingkan capaian di tahun 2022 yang sebesar 3.5 persen.
Marten mengaku jika kenaikan TPT ini disebabkan oleh sejumlah lapangan pekerjaan yang belum mampu menyerap angkatan kerja yang telah ada.
Padahal, jumlah angkatan kerja naik menjadi 103.116 jiwa, sedangkan yang terserap (bekerja) adalah sebanyak 98.930 jiwa.
Hal ini menyisakan sekitar 4.186 jiwa yang saat ini masih menjadi pengangguran.
Kedua adalah penyelesaian program infrastruktur strategis daerah melalui pendanaan PEN.
ketiga adalah penanganan sampah dan banjir yang disebabkan karena luapan air yang berasal dari saluran.
Hal ini, ungkap Marten, karena Kota Gorontalo merupakan wajah dan Ibu Kota Provinsi yang kegiatan perekonomiannya berpusat pada perdagangan dan jasa.
Oleh karena itu, iklim dan lingkungan investasi harus stabil dan bebas dari sampah dan banjir yang merupakan menjadi prioritas masalah utama.
Keempat adalah untuk mensukseskan proses pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Diketahui Pilkada akan berlangsung serentak pada bulan November 2024.
Marten mengajak seluruh masyarakat untuk membuat Kota Gorontalo sebagai wilayah yang kondusif dalam proses penentuan kepemimpinan.
"Saya mengajak pimpinan DPRD, pimpinan partai politik, KPU, Bawaslu dan unsur penopang penyelenggaraan lainnya untuk menjaga integritas dan fairness.
Kelima adalah khusus jajaran pemerintah Kota Gorontalo dan mitra pemerintahan yaitu DPRD Kota Gorontalo dan stakeholder yaitu dunia usaha, pimpinan perguruan tinggi dan cendekiawan untuk tetap solid mencapai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Tetap rapatkan barisan untuk mencapai target kualitatif dan kuantitatif sebagaimana RPJMD yang telah kita rancang dan sepakati bersama," ungkapnya.
Keenam adalah tetap menjadikan Kota Gorontalo menjadi daerah yang nyaman, aman, dan kondusif.
"Secara khusus untuk kira semua untuk tetap menjadikan daerah Kota Gorontalo yang aman dan kondusif," jelasnya.
Untuk ASN di jajaran pemerintahan, lanjut Marten, agar selalu mengingat pentingnya merancang program dan kegiatan serta keuangan daerah secara baik.
"Kuatnya perencanaan, keuangan daerah dan penganggaran yang baik adalah kunci suksesnya pencapaian program pemerintah," ungkapnya.
Enam hal tersebut, menurut Marten, adalah hal yang perlu menjadi perhatian bersama.
"Kami yakin dan percaya kota Gorontalo kedepannya akan menjadi kota yang cemerlang, tidak hanya di Provinsi Gorontalo, tapi di seluruh kawasan timur Indonesia," tutur Marten.
Wali Kota dua periode ini menyebut jika tantangan akan lebih sulit untuk kedepannya.
Menurutnya pemimpin harus memiliki kepercayaan publik karena hal tersebut adalah faktor penentu berjalan atau tidaknya suatu kebijakan.
Selain itu, pemimpin membutuhkan dukungan dan kerja sama oleh semua pihak.
Marten berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya untuk bekerja menjalankan pemerintahan.
"Terima kasih kepada seluruh pimpinan perangkat daerah, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemimpin adat, guru, tenaga kesehatan, awak media, partai politik, politisi, aparat pemerintah, jajaran TNI dan Polri," ucap Marten.(*/Adv)
| Pemkot Gorontalo Putar Otak Cari Lahan 5 Hektar Bangun Sekolah Rakyat |
|
|---|
| Ratusan Kendaraan Dinas Pemkot Gorontalo Bakal Dilelang, Target Rp400 juta |
|
|---|
| Daftar Sekolah Pemenang Kompetisi Basket Wali Kota Gorontalo Cup |
|
|---|
| 5 Anak yang Lahir di Hari Patriotik 23 Januari Gorontalo dapat Kado Spesial dari Adhan Dambea |
|
|---|
| Dari Meja Makan, Adhan Dambea Buka-bukaan Harta Kekayaan untuk LHKPN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sekda-Kota-Gorontalo-Ismail-Madjid-dffdff.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.