Pemkot Gorontalo
Ratusan Kendaraan Dinas Pemkot Gorontalo Bakal Dilelang, Target Rp400 juta
Pemerintah Kota Gorontalo bersiap melelang ratusan kendaraan dinas yang dinilai sudah tidak layak pakai.
Penulis: WawanAkuba | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-sejumlah-kendaraan-roda-dua-aset-Kota-Gorontalo-yang-berada-di-ruang-pengumpulan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemkot Gorontalo sedang mendata dan mengumpulkan sekitar 200 kendaraan dinas yang sudah tidak layak pakai dari berbagai OPD untuk dilelang
- Aset yang akan dilelang beragam, mulai dari sepeda motor, mobil dinas, hingga truk operasional; sebagian besar berasal dari Dinas Pendidikan dan banyak yang rusak berat atau berusia puluhan tahun
- Hasil lelang diperkirakan menghasilkan Rp300–400 juta, dengan proses terbuka yang dapat diikuti masyarakat umum sesuai aturan
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kota Gorontalo bersiap melelang ratusan kendaraan dinas yang dinilai sudah tidak layak pakai.
Inventarisasi saat ini tengah dilakukan oleh Badan Keuangan Kota Gorontalo, dengan jumlah kendaraan yang masuk daftar lelang diperkirakan mencapai sekitar 200 unit dan berpotensi bertambah.
Kepala Badan Keuangan Kota Gorontalo, Nuryanto, mengungkapkan hal tersebut usai mengikuti rapat internal bersama Wali Kota Gorontalo di Kantor Wali Kota, Jalan Nani Wartabone, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kamis (29/1/2025).
Menurut Nuryanto, sejak Januari 2025 pihaknya mulai melakukan inventarisasi terhadap kendaraan dinas milik organisasi perangkat daerah (OPD) yang kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk digunakan kembali.
Selain pendataan, relokasi kendaraan dari masing-masing OPD ke lokasi pengumpulan sementara juga sedang dilakukan.
“Jumlah pastinya masih kami hitung, sementara sekitar 200-an unit. Saat ini juga dilakukan relokasi kendaraan dari OPD ke lokasi pengumpulan di belakang Dinas PUPR,” kata Nuryanto.
Setelah seluruh kendaraan terkumpul di satu lokasi, tahap berikutnya adalah penilaian resmi sebelum lelang dilaksanakan.
Ia memastikan seluruh proses akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Insyaallah setelah pengumpulan kendaraan selesai, kami akan bekerja sama dengan KPKNL untuk melakukan penilaian per jenis kendaraan, termasuk menentukan nilai limit lelangnya,” ujarnya.
Kondisi Kendaraan Beragam
Nuryanto menyebutkan, kendaraan yang masuk dalam rencana lelang merupakan aset lama, bahkan sebagian telah digunakan selama puluhan tahun.
Kondisinya pun beragam, mulai dari yang masih relatif utuh hingga rusak berat dan tidak dapat difungsikan lagi.
“Ada yang masih baik, tapi banyak juga yang sudah rusak berat. Bahkan ada yang usianya puluhan tahun,” jelasnya.
Tak hanya kendaraan roda dua dan roda empat, Pemkot Gorontalo juga akan melelang rongsokan kendaraan berat milik beberapa OPD.
Di antaranya berasal dari Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), termasuk truk-truk operasional yang kondisinya sudah rusak parah.
Dari hasil pendataan sementara, kendaraan terbanyak yang akan dilelang berasal dari sektor pendidikan.
Mayoritas berupa sepeda motor yang sebelumnya digunakan guru-guru untuk menunjang aktivitas kedinasan di lapangan.
“Yang paling banyak itu dari Dinas Pendidikan, kendaraan roda dua. Motor-motor ini memang sudah rusak dan tidak bisa dipakai kembali,” ungkapnya.
Baca juga: Warga Kabupaten Gorontalo Diminta Siapkan Rumah jadi Homestay untuk 6 Ribu Peserta Penas
Potensi Pendapatan Daerah
Terkait potensi pendapatan daerah, Nuryanto memperkirakan hasil lelang seluruh kendaraan tersebut bisa mencapai Rp300 juta hingga Rp400 juta.