Tausiyah Ramadan

Tausiyah Ramadan oleh Moh Rifian Panigoro: Fenomena Bulan Ramadan

Program yang berjudul Tausiyah Ramadan ini merupakan kolaborasi tribungorontalo.com dan Masjid Sabiilurrasyaad UNG.

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba

Karena apabila tdak ada hal tersebut diciptakan oleh Allah swt. Maka manusia akan terlena dengan kehidupannya sehari-hari.

Maka dari itu, Allah menghadirkan Ramadan agar manusia dapat menyadari bahwa beribadah itu merupakan hal yang menyenangkan.

Sehingga kita sering menemukan alumni-alumni bulan suci Ramadan, yang sukses pada Ramadan dan keimanan mereka bertambah hingga bertahan hingga bulan suci Ramadan berikutnya.

Jama'ah yang di rahmati Allah, ada sebuah ayat Al-Qur'an yang berbunyi :

اَوَلَمۡ يَرَوۡا اِلَى الطَّيۡرِ فَوۡقَهُمۡ صٰٓفّٰتٍ وَّيَقۡبِضۡنَؕؔ ۘ مَا يُمۡسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحۡمٰنُ‌ؕ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَىۡءٍۢ بَصِيۡرٌ

Awalam yaraw ilat tairi fawqahum saaaffaatinw wa yaqbidn; maa yumsikuhunna illaar rahmaan; innahuu bikulli shai im basiir

Artinya : Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu. (QS. Al-Mulk :19)

Ayat ini adalah ayat yang sederhana, menceritakan sebuah burung yang terbang di langit, kemudian berkata "Luar biasa burung itu, ia bisa terbang dengan menggunakan sayapnya".

Lalu di lanjutkan dengan ayat selanjutnya مَا يُمۡسِكُهُنَّ (Sesungguhnya tidak ada yang dapat menahannya), اِلَّا الرَّحۡمٰنُ‌ؕ (kecuali dia) Allah swt.

Di balik seekor burung yang terbang tinggi itu, ternyata allah tidak ingin ia jatuh ke bumi saat ia terbang.

Jama'ah yang dirahmati Allah, Kekaguman itu bisa kita tarik dari orang-orang di sekitar kita yang masyaallah ibadahnya di luar bulan Ramadan, hingga memasuki bulan Ramadan yang sangat luar biasa.

Ketika menanam kekaguman kita kepada mereka, dapat kita tarik apakah yang membuat ketaatan mereka sebegitu besar, dan ternyata atas izin Allah SWT. sehingga membuat mereka menjadi taat kepada Allah.

Kenapa penglihatan kita terhadap burung itu, tidak terbawa dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga kita berdoa "ya Allah, jadikanlah aku hamba yang taat, sebagai mana kamu memberikan ketaatan kepada orang-orang yang taat itu".

Bisa jadi ketaatan kita selama ini adalah ketaatan kita yang kita laksanakan dengan akal manusia kita seperti kita akan bangun Sahur namun ketiduran, setelah itu kita sholat Subuh ternyata malas.

Namun apabila semua hal kita sandarkan kepada Allah, hal tersebut akan lebih mudah, sama halnya yang di berikan oleh burung tersebut.

Jama'ah yang di rahmati oleh Allah, mudah-mudahan hanya ini yang dapat memberikan sedikit manfaat untuk kita semua yang di sayangi oleh Allah swt.

Demikian,
وابالله التوفيق والهداية
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Penulis: Shaf Suma, Magang

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved