Senin, 23 Maret 2026

Ramadan Gorontalo 2024

Ratusan Kamera Abadikan Momen Koko'o Talumolo di Bundaran Saronde saat Malam Ramadan Gorontalo

Koko'o Talumolo, tradisi membangunkan sahur dengan bunyi kentongan bambu, dimulai sekitar pukul 22.30 WITA dan melintasi Bundaran Saronde pada pukul 2

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ratusan Kamera Abadikan Momen Koko'o Talumolo di Bundaran Saronde saat Malam Ramadan Gorontalo
TribunGorontalo.com/HusnulPuhi
Kemeriahan kegiatan ketuk sahur bertajuk Koko'o Talumolo, Gorontalo. FOTO: Husnul Puhi 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Bundaran Saronde menjadi saksi bisu antusiasme warga Gorontalo menyambut tradisi Koko'o Talumolo di malam pertama Ramadan 1445 Hijriah.

Ratusan kamera handphone terpantau mengabadikan momen ikonik ini.

Koko'o Talumolo, tradisi membangunkan sahur dengan bunyi kentongan bambu, dimulai sekitar pukul 22.30 WITA dan melintasi Bundaran Saronde pada pukul 22.50 WITA.

Perpaduan suara pengeras suara dan kentongan yang dipukul ribuan peserta menjadi daya tarik utama.

Baca juga: Kokoo Talumolo Gorontalo Pecahkan Rekor di Usia Satu Dekade, Tempuh Rute 6.3 Km

Sri Desiana, warga Bone Bolango, mengaku ingin mengabadikan momen langka ini.

"Kan tiap tahun dua kali, sebelum Ramadan dan Sehari sebelum lebaran, jadi harus diabadikan," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com.

Desi, yang baru pertama kali melihat tradisi ini secara langsung, berharap dapat kembali menyaksikannya di malam takbiran.

Indriyani Lihawa, warga lainnya, memilih untuk melakukan live streaming di media sosialnya.

"Biar teman-teman saya di Facebook dapat lihat ini tradisi biar cuma lewat handphone saja," tuturnya.

Niat baik Indri untuk berbagi kemeriahan Koko'o Talumolo direspon beragam. Ada yang mendukung, tak sedikit pula yang mencibir.

Baca juga: Ratusan Remaja Desa Pangi Gorontalo Lanjutkan Tradisi Toki Peleku Sahur

"Dihiraukan saja orang begitu, toh saya tidak merugikan dia," kata Indri dengan santai.

Antusiasme warga Gorontalo dalam mengabadikan Koko'o Talumolo menunjukkan tradisi ini bukan hanya ritual membangunkan sahur.

Namun, Koko'o Talumolo jadi momen istimewa untuk menyambut Ramadan dan melestarikan budaya Gorontalo.

Sebagai informasi, Koko'o merujuk pada kegiatan memukul-mukul bambu atau kentongan.

Sementara Talumolo adalah asal pemuda yang memasifkan kegiatan ini dalam 10 tahun terakhir. 

Dalam satu dekade ini, komunitas dari Kelurahan Talumolo inilah yang konsisten setiap tahun menggelar agenda bangun sahur tersebut.

Tempuh Jarak 6.3 Kilometer (km)

Tahun ini spesial untuk komunitas Koko'o Talumolo, sebab tercatat sudah 10 tahun mereka konsisten menggelar agenda membangunkan orang sahur tersebut. 

Jika dirunut, Koko'o Talumolo sudah dimulai sejak 2014 silam. Diinisiasi oleh para pemuda Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Inilah yang menjadi cikal bakal nama yang kini tidak lagi asing untuk warga Gorontalo setiap Ramadan tiba. 

Sebagai peringatan satu dekade, para Koko'o Talumolo mengambil rute yang tidak biasa serta terpanjang.

Berkolaborasi dengan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Koko'o Talumolo menempuh jarak 6.3 kilometer. 

Rute itu dari gerbang Universitas Negeri Gorontalo (UNG) hingga Markas Besar (mabes) Koko'o Talumolo di Jalan Mayor Dullah. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved