Impor dan Ekspor

Gorontalo Impor Lebih Banyak Hewan dan Tumbuhan Dibanding Ekspor

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat beberapa komoditas impor yang jumlahnya mencapai ribuan, seperti ana ayam.

Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
HumasBalaiKarantina
Pemeriksaan tumbuhan di Balai Karantina Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Balai Karantina Gorontalo mencatat bahwa nilai impor hewan dan tumbuhan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan nilai ekspor pada periode Januari – Februari 2024.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat beberapa komoditas impor yang jumlahnya mencapai ribuan, seperti ana ayam.

Di sisi lain, jumlah ekspor komoditas hewan dan tumbuhan dari Gorontalo hanya mencapai ratusan.

Kepala Balai Karantina Gorontalo, Azhar Ismail, menjelaskan bahwa pihaknya selalu sigap dalam mengawasi kesehatan dan keamanan hewan ternak impor maupun ekspor di pintu masuk dan keluar bandara maupun pelabuhan.

“Wilayah kerja Balai Karantina Gorontalo hanya di dua lokasi, yaitu pintu masuk dan keluar bandara maupun pelabuhan. Untuk daratan, ada otoritas lainnya yang memegang wewenang di wilayah itu,” jelas Azhar.

Ia mengimbau kepada warga Gorontalo yang ingin mengekspor komoditasnya untuk melapor terlebih dahulu kepada Balai Karantina.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa hewan ternak maupun tumbuhan yang diekspor telah dikarantina dan diperiksa kesehatannya.

“Setelah dilakukan pelaporan, maka pihak karantina akan melakukan pemeriksaan dan pengujian kesehatan komoditas,” jelas Azhar.

Masa karantina untuk komoditas yang akan dikirimkan atau masuk tergantung pada tingkat risikonya.

Terdapat tiga tingkatan risiko dalam masa karantina, yaitu rendah, sedang, dan sangat tinggi.

“Untuk risiko tinggi ini biasanya hewan ternak seperti sapi, dan perlu memakan waktu cukup lama untuk pemeriksaannya,” tandas Azhar.

Berikut adalah 5 komoditas hewan dan tumbuhan terbanyak yang diimpor maupun diekspor di Balai Karantina Gorontalo pada Januari – Februari 2024:

Impor
- DOC Layer, berjumlah 8.920 ekor. Asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
-  DOC jenis Layer, berjumlah 8.000 ekor. Asal Surabaya, Jawa Timur.
- DOC jenis Buras, berjumlah 6.000 ekor. Berasal dari Surabaya, Jawa Timur.
- DOC jenis Layer, berjumlah 5.900 ekor. Asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
- DOC jenis Layer, berjumlah 3.500 ekor. Asal Surabaya, Jawa Timur.

Ekspor
- Ayam Filipina, berjumlah 307 ekor. Area tujuan, Kota Denpasar, Bali.
- DOC Ayam Kampung, berjumlah 305 ekor. Area tujuan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
- Ayam Filipina, berjumlah 135 ekor. Area tujuan, Kota Balikpapan.
- Sapi dengan jumlah 99 ekor. Area tujuan, Kota Tarakan.
- Ayam Filipina, berjumlah 85 ekor. Area tujuan, Kota Tangerang. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved