Kasus Malaria Gorontalo
Akademisi UNG Gorontalo: Jumlah Pendatang Bisa Jadi Sebab Tingginya Angka Kasus Malaria di Pohuwato
Peneliti Malaria, Dr Laksmyn Kadir M. Kes, berpendapat kalau tingginya angka tersebut bisa terjadi sebab lonjakan pendatang di Kabupaten Pohuwato.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Akademisi-Gorontalo-menanggapi-kasus-malaria.jpg)
Hal itu menimbulkan fragmantasi habitat (pecahnya lingkungan hutan) di mana nyamuk sejenis pengantar malaria muncul ke area pemukiman warga.
Hal itu juga berpotensi memunculkan spesies malaria baru akibat mutasi gen varian malaria yang baru.
"Nyamuk itu serangga tapi plamodium malaria itu yang ada di dalam darahnya nyamuk. Jadi nyamuk dan manusia itu vektornya (pembawa)," ungkap Diky.
Diky berpendapat jika hal tersebut sudah terjadi, virus malaria yang muncul bisa lebih parah.
Ia berharap agar setiap stake holder (pihak berkepentingan) dalam masalah malaria seperti kubangan bekas tambang bisa diselesaikan demi mengurangi virus malaria.
"Semua pihak harus turut bertanggung jawab. Karena pasca operasi penambangan wajib dilakukan reklamasi," pungkasnya.