Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-730: AS Siapkan Ratusan Sanksi untuk Mesin Perang Rusia
Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-730, Jumat (23/2/2024): Amerika Serikat bersiap mengungkap ratusan sanksi untuk 'mesin perang' Rusia.
Penulis: Nina Y | Editor: Nina Yuniar
TRIBUNGORONTALO.COM - Simak perkembangan terbaru dalam perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina berikut ini yang hingga hari ini, Jumat (23/2/2024) masih berlangsung.
Salah satu kabar terbaru perang Rusia-Ukraina adalah Amerika Serikat bersiap menyerukan ratusan sanksi terhadap ‘mesin perang’ Rusia.
Dimulai oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sejak 24 Februari 2022, invasi di Ukraina ini sudah berjalan selama 730 hari.
Seiring perkembangannya, Rusia diketahui telah mencaplok 4 wilayah di Ukraina sekaligus antara lain Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-729: Uni Eropa Setujui Sanksi untuk Negara Pro-Rusia
Konflik bersenjata yang terjadi di antara Rusia dengan Ukraina sampai sekarang masih terus berlanjut dan belum terlihat akan berakhir.
Update Perang Rusia Vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut ini merupakan rangkuman peristiwa-peristiwa yang perlu diketahui pada hari ke-730 invasi Rusia di Ukraina:
- Amerika Serikat akan mengumumkan ratusan sanksi yang sebagian besar menargetkan “mesin perang” Putin pada hari Jumat, kata Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland menjelang peringatan kedua invasi Rusia ke Ukraina tanggal 24 Februari.
Sanksi lebih lanjut juga akan dijatuhkan sebagai tanggapan atas kematian pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny setelah dipenjara oleh Kremlin, dan untuk menutup kesenjangan dalam sanksi yang ada.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-728: Belasan Anak yang Dibawa Pergi Rusia Dikembalikan
- Presiden AS Joe Biden mengaku bertemu dengan istri dan putrinya Navalny.
Berbicara kepada wartawan setelahnya, dia berkata: “ Kami akan mengumumkan sanksi terhadap Putin, yang bertanggung jawab atas kematiannya, besok. Kami tidak akan menyerah.”
Gedung Putih mengatakan sanksi tersebut merupakan respons terhadap “kematian Alexei, penindasan dan agresi Rusia, serta perang brutal dan ilegal di Ukraina”.
- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut reaksi Barat terhadap kematian Navalny sebagai “histeria”, dan mengatakan bahwa negara-negara Barat tidak punya hak untuk ikut campur dalam urusan Rusia.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-727: Ukraina Klaim Jatuhkan Dua Jet Tempur Rusia
- Presiden Volodymyr Zelensky meminta Kongres AS untuk menyetujui bantuan tambahan untuk Kyiv, dan mengatakan dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Kamis (22/2/2024) bahwa kegagalan untuk menyetujui bantuan tersebut akan mengorbankan nyawa warga Ukraina.
Anggota parlemen Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat telah menunda persetujuan bantuan baru sebesar 60 miliar dolar untuk Ukraina, dan Zelensky menyampaikan seruannya untuk mengambil tindakan tersebut saat wawancara dengan Fox News, saluran yang disukai kaum konservatif AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/biden-14-nov-2022.jpg)