Human Interest Story
Cerita Wiranti Ngau, Penyanyi Dangdut asal Gorontalo
Wiranti Banser Ngau atau yang dikenal dengan nama Wiranti Lida atau Wiranti DA merupakan penyanyi yang berasal di Gorontalo.
Penulis: Andika Machmud | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wiranti-Banser-Ngau-88889999.jpg)
Untuk kesulitan yang dihadapi Wiranti dalam karirnya, ketika ia masuk ke ajang akademi dan wajib untuk menghafal 100 lagu.
"Wajib hapal 50 lagu slow, dan 50 lagu beat," jelasnya.
Selain itu, dirinya diketahui pernah sakit pilek saat berkompetisi. Namun, ia bersyukur penampilannya berjalan dengan baik.
"Mungkin karena adrenalin yang naik (saat tampil)," ungkapnya.
Ia mengaku sangat gugup ketika pertama kali naik panggung ketika berkompetisi di ajang nasional itu.
"Sangat gugup, karena penonton, kamera, lampu, dan ada juri," jelasnya.
Namun hal yang paling ditakutkan adalah mendapatkan komentar buruk dari juri karena penampilan tidak mengesankan.
Selain itu juga, ketika sedang di ajang kompetisi, Wiranti menjelaskan bahwa tidak bisa makan sembarangan.
"Kita orang Gorontalo kan sudah makan pedas, tapi di sana tidak bisa, dilarang makan berminyak, gorengan, dan pedas" ungkapnya.
Salah satu hal yang sering diingat Wiranti adalah dirinya membawa nama Provinsi Gorontalo.
"Itu menjadi penyemangat dan kebanggan diri sendiri karena bisa mewakili provinsi sendiri di nasional," ungkapnya.
Selama beberapa bulan berada di asrama Indosiar untuk kegiatan kompetisi dan syuting film, Wiranti kala itu bisa bertemu dengan orang tuanya karena didatangkan khusus ketika tampil di kompetisi.
"Kalo ditanya, saya pengen pulang ke Gorontalo, tapi saya juga tidak mau tersenggol, karena kan ikut kompetisi tidak mau kalah," jelasnya.
Sadar karena banyak masyarakat Gorontalo menonton dirinya ketika tampil, ia mengaku sering juga mendapatkan caci maki di media sosialnya.
"Paling parah itu komentar buruk sampai bawa keluarga saya, mama, papa," ungkapnya.
Terakhir, Wiranti berharap ke depannya bisa bertemu dengan Owan Boalemo.
"Owan itu sangat layak juara, karena dia paling menonjol dan kualitasnya bagus, serta attitudenya baik," tutupnya.
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|