Human Interest Story
Cerita Pendiri Happeople, Komunitas Edukasi Mental Health di Gorontalo
Mengenal komunitas Happeople melakukan edukasi masalah mental health di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Andika Machmud | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Komunitas-Happeople-889999.jpg)
Ia yakin jika pikiran yang tidak baik pun dapat menentukan tindakan yang tidak baik dan berdampak pada aktivitas.
Dia menuturkan, walaupun tidak membantu seutuhnya, tetapi minimal bisa meredakan keinginan tersirat seseorang yang ingin melakukan tindakan tidak baik.
Di komunitasnya, banyak anggota yang malu berbicara mengenai masalah mereka.
"Banyak yang introvert," katanya.
Hal ini diyakini jadi pemicu seseorang melakukan suatu tindakan. Beberapa orang susah untuk mengeluarkan pendapat atau menyampaikan perasaan.
Sehingga, ia harus mengedukasi anggota tentang pentingnya memiliki pikiran yang sehat dulu dan bisa menyampaikan perasaan.
"Pastikan untuk kembali ke niat awal. Jika masuk ke komunitas mental, maka pastikan untuk menyehatkan mental dulu," tutupnya.
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|
| Sosok Loli Antuke, Marbot Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Annisa Tungkagi, Eks Nakes Gorontalo Rintis Kedai Kopi Jalanan |
|
|---|
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Abdul Gias Tomayahu, Penulis Muda Asal Leboto Gorontalo Peraih 4 Medali Emas Nasional 2025 |
|
|---|