Pilpres 2024
Ramai Akademisi Kritik Jokowi, Puan Maharani Buka Suara: Pasti Rakyat Ingin Pesta Demokrasi Netral
Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, buka suara perihal banyaknya akademisi yang ramai-ramai melayangkan kritik pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/210323-puan21.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, buka suara perihal banyaknya akademisi yang ramai-ramai melayangkan kritik pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Di mana para akademisi menilai situasi demokrasi Indonesia jelang Pemilu 2024 sedang tidak baik-baik saja.
Menanggapi hal ini, Puan tak banyak memberikan komentar. Dia hanya menyatakan biar rakyat yang memberikan penilaian.
Baca juga: Momen Menarik di Debat Terakhir Capres 2024: Anies Sindir Bansos hingga Prabowo Dikuliahi Ganjar
Puan mengemukakan pandangannya itu ketika menghadiri kampanye akbar Ganjar-Mahfud di Kabupaten Wonosobo, Minggu (4/2/2024).
"Ya biarkan rakyat yang menilai," jelas wanita berusia 50 tahun itu, Minggu, dikutip dari TribunJateng.com.
Lebih lanjut, Puan mengatakan rakyat sudah pasti menginginkan pemilu dapat berjalan secara jujur, adil, dan netral.
Masyarakat akan menentukan pilihannya itu pada 14 Februari 2024 mendatang.
"Pasti rakyat menginginkan pesta demokrasi bisa berjalan dengan jujur, adil, netral, dan biarkan rakyat yang menilai."
"Rakyat yang memilih pilihannya pada 14 Februari 2024," paparnya.
Baca juga: Janji Anies Baswedan: 700 Ribu Guru Honorer Diangkat jadi PPPK
Daftar Civitas Academica Kritik Jokowi
Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi kampus pertama yang menyampaikan keresahannya soal situasi perpolitikan Tanah Air.
Langkah itu kemudian disusul oleh Universitas Islam Indonesia (UII) dan kampus-kampus lain. Berikut daftarnya:
1. UGM 31 Januari 2024
2. UII 1 Februari 2024
3. Universitas Khairun Ternate 1 Februari 2024
4. Unand 2 Februari 2024
| PDI Perjuangan Menilai Janggal Putusan PTUN Tolak Gugatan Pencalonan Gibran Sebagai Cawapres |
|
|---|
| PDI Perjuangan Cium Adanya Kejanggalan pada Putusan PTUN soal Pencalonan Gibran Rakabuming Raka |
|
|---|
| PTUN Jakarta Tidak Terima Gugatan dari PDIP soal Pencalonan Gibran Rakabuming Raka Jadi Cawapres |
|
|---|
| MPR: Pelatikan Prabowo-Gibran Sangat Sulit untuk Dapat Dijegal |
|
|---|
| Sengketa Pileg di Provinsi Papua Tengah, KPU Disorot MK Karena Tak Bawa Bukti Formulir C Hasil Ikat |
|
|---|