Human Interest Story

Cerita Sutisna, Pedagang Siomai di Bone Bolango Gorontalo 

Pria yang kerap dipanggil Jaka ini berasal dari Kota Tasikmalaya. Baru empat hari dirinya berjualan siomai di Kabupaten Bone Bolango.

Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNGORONTALO/PRAILLA KARAUWAN
Sutisna pedagang Siomai kuah di Kabupaten Bone Bolango 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Cerita Sutisna (50), penjual siomai keliling di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo.

Pria yang kerap dipanggil Jaka ini berasal dari Kota Tasikmalaya. Baru empat hari dirinya berjualan siomai di Kabupaten Bone Bolango.

Di tengah terik matahari, Jaka tampak asyik mendorong gerobak siomainya hingga ke tempat biasa berjualan

"Di dorong ini," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (1/2/2024).

Tempat berjualannya yakni di emperan salah satu toko yang berada dekat dengan Kampus 4 Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Dalam sehari, dia harus menyetorkan pendapatannya kepada sang empunya siomai sebanyak 70 persen dari total pendapatannya hari itu juga.

"Hanya 30 persen saya yang punya," lanjutnya.

30 persen bagi Jaka dalam kesehariannya sudah cukup untuk makan sehari. Malah bisa ditabung.

Jaka sebetulnya sudah merantau ke Gorontalo sejak 2022 silam. Namun, dirinya saat itu hanya fokus jualan di Kabupaten Gorontalo Utara.

"Jadi sudah mau lebaran yang ketiga saya di Gorontalo," jelasnya.

Jaka memiliki tiga orang anak dan satu orang istri. Namun, istrinya kata Jaka kerap tidak pulang sehingganya anak-anaknya hanya dekat dengan dirinya.

"Istri sudah tidak tau dimana, udah jarang pulang," akui pria kelahiran 1973 ini.

Dirinya yang merantau ke Gorontalo ini juga berkat dorongan dari ketiga anaknya.

Hingga sekarang, Jaka sedang mengumpulkan uang untuk biaya transport untuk pulang ke kampung halamannya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved