Human Interest Story
Mengobrol dengan Alfrits Rottie, Anak Rantau yang Jadi Komandan Pos SAR Marisa Gorontalo
Selama masa pengabdiannya, Alfrits telah terlibat dalam berbagai misi pencarian dan pertolongan, mulai dari pencarian korban hilang di laut, sungai, h
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/3012024_Alfrits-Rottie.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Alfrits Rottie, pria kelahiran Manado 20 April 1989 ini telah mengabdi sebagai anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) selama 14 tahun.
Selama masa pengabdiannya, Alfrits telah terlibat dalam berbagai misi pencarian dan pertolongan, mulai dari pencarian korban hilang di laut, sungai, hingga gunung.
Alfrits memulai karirnya di Basarnas pada tahun 2010 di Badan Rescue Basarnas Manado.
Dua tahun kemudian, ia dipindah tugaskan ke Kota Gorontalo untuk membuka Pos Sar Gorontalo.
Pos Sar Gorontalo kemudian berubah status menjadi Basarnas Gorontalo pada tahun 2012.
Pada tahun 2018, Alfrits diangkat menjadi Komandan Pos (Danpos) Sar Kwandang.
Karena kebutuhan, ia kemudian dipindah tugaskan dengan jabatan yang sama di Pos Marisa pada tahun 2021.
Di Pos Sar Marisa, Alfrits memimpin 8 orang crew untuk membantu dalam proses pencarian orang hilang di Pohuwato.
Selama 14 tahun mengabdi sebagai anggota Basarnas, Alfrits memiliki banyak pengalaman berkesan.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah saat menjadi tim sar utama ketika membantu korban Gempa dan Tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, pada tanggal 28 September 2018.
"Saya bisa melihat betapa banyak orang yang memang membutuhkan bantuan dari Tim Basarnas," ujar Alfrits.
"Baik distribusi makanan, obat-obatan, pembuatan tenda darurat, serta pencarian orang yang tewas di reruntuhan akibat gempa," tambah dia.
Dengan pengalaman dan keterampilan yang dimilikinya, Alfrits berharap dapat terus mengabdi sebagai anggota Basarnas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kesetiaan Alfrits pada Basarnas
Alfrits Rottie adalah sosok yang setia pada profesinya sebagai anggota Basarnas. Ia telah mengabdi selama 14 tahun dan telah terlibat dalam berbagai misi pencarian dan pertolongan.
Alfrits berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Namun, ia memilih untuk mengabdi di Gorontalo, tempat kelahiran orang tuanya.
Ia juga rela meninggalkan keluarga dan teman-temannya di Manado untuk bertugas di Gorontalo.
Alfrits memiliki banyak pengalaman berkesan selama mengabdi sebagai anggota Basarnas. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah saat menjadi tim sar utama ketika membantu korban Gempa dan Tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, pada tanggal 28 September 2018.
Alfrits mengungkapkan bahwa ia sangat bangga bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia juga bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk mengabdi pada negara.
Alfrits juga mengungkapkan bahwa ia telah mengikuti berbagai diklat pendidikan khusus selama proses pelatihan Basarnas. Diklat-diklat tersebut antara lain:
-Pendidikan Diklat Dasar Sar (2011)
-Pendidikan Diklat Lanjutan Sar Jungle Rescue (2014)
-Diklat Sar Lanjutan High Angle Rescue Technique (2013)
-Diklat Operator Radio Komunikasi (2013)
-Diklat Infrastruktur Sar (2017)
(*)
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Abdul Gias Tomayahu, Penulis Muda Asal Leboto Gorontalo Peraih 4 Medali Emas Nasional 2025 |
|
|---|
| Cerita 2 Pemudi Jualan Takjil Ramadan di Kota Gorontalo |
|
|---|
| Tips Kuat Puasa saat Bekerja ala Kasmat dan Sasmita, Pegawai Minimarket Gorontalo |
|
|---|
| Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.