Polisi Pukul Mahasiswa
Kabar Penganiayaan Mahasiswa Oleh Oknum Polisi Gorontalo, Kini Diselidiki Ditreskrimum
Kasus penganiayaan terhadap mahasiswa kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kaur-Penum-Polda-Gorontalo-Kompol-Heny-Rahayu121.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kasus penganiayaan terhadap mahasiswa kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Gorontalo.
"Perkembangan terakhir sudah di Subdiv III Ditreskrimum," terang Kaur Penum Polda Gorontalo Kompol Heny Rahayu, saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Jumat (26/1/2024).
Sebelumnya, Heny menerangkan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan korban, Muhammad Zulkifli Usman (23), di sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polda Gorontalo.
"Ada laporan polisinya, LP/B/18/1/2024/SPKT POLDA GORONTALO tanggal 15 Januari 2024 ," ungkapnya.
Baca juga: Penjelasan Polresta Gorontalo Terkait Proses Hukum Oknum Polisi Aniaya Mahasiswa
Pengakuan Korban
Muh Zulkifli Usman (23), seorang mahasiswa Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang diduga dikeroyok oleh oknum polisi dan rekannya.
Zulkifli Usman menceritakan kronologi dan pengeroyokan yang dialaminya.
Peristiwa itu terjadi di Desa Tinelo, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo pada 15 Januari 2024 lalu, sekitar pukul 01.00 Wita dini hari.
Awalnya ia hendak membahas masalah angsuran motor yang sempat menunggak.
"Saya mau konfirmasi ke pemilik pertama, yang mana saya menunggak selama 1 bulan," ungkap Zul saat dihubungi TribunGorontalo.com melalui sambungan telepon, Rabu (17/1/2023).
Pria asal Kendari Sulawesi Tenggara ini mengaku masih perlu menunggak empat kali angsuran ke pihak finance.
"Motornya itu Honda Scoopy Putih. Setiap bulan Rp 500 ribu yang saya rutin bayar ke FIF," rincinya.
Menurutnya, konfirmasi ke pihak pertama pemilik kendaraan, hal itu telah selesai dibicarakan.
Namun tak lama berselang, datang salah satu pelaku yang diduga polisi, langsung menginterogasinya.
"Saya tahu dia anggota karena saya kenal dia," ungkapnya.