Pilpres 2024
Sri Mulyani Diminta Mundur dari Menteri Keuangan dan Tinggalkan Kabinet Jokowi
Hal itu diutarakan oleh Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri dalam Political Economic Outlook 2024 di Tebet, Jakarta Selatan Sab
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sri-Mulyani_Basuki-Hadimuljono.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Menteri Keuangan, Sri Mulyani diminta mundur dari Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu diutarakan oleh Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri dalam Political Economic Outlook 2024 di Tebet, Jakarta Selatan Sabtu minggu lalu.
Sebetulnya tidak hanya Sri Mulyani saja, Faisal meminta agar ramai-ramai Menteri mundur kabinet presiden 2 periode tersebut.
“Itu efeknya dahsyat," ajak Faisal Basri sebagaimana dikutip dari Tribun News, Kamis (18/1/2024).
Faisal pun meminta agar masyarakat ramai-ramai membujuk Menteri-menteri andalan ini meninggalkan Jokowi.
Selain Sri Mulyani, Menteri yang ingin dibujuk mundur adalah Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR.
Faisal sendiri merasa kecewa dengan Jokowi yang tidak netral dalam Pilpres 2024.
Sebagai Presiden RI, Jokowi menurutnya tidak memperlihatkan netralitas dengan memperlihatkan dukungan ke pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
"Ayo sama-sama kita bujuk Bu Sri Mulyani (Menteri keuangan), Pak Basuki (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono), dan beberapa Menteri lagi untuk mundur," ajak Faisal Basri.
Ajakan itu ditanggapi oleh Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia Ray Rangkuti.
Menurutnya, saat ini para Menteri masih menahan diri untuk meninggalkan kabinet Jokowi.
Sebab, rata-rata para menteri menunggu hasil Pemilihan Presiden 2024.
"Nanti setelah pilpres (sebagian Menteri mundur). Sekarang semua masih menahan diri," ujar Ray kepada wartawan, Rabu (17/1/2024).
Rata-rata Menteri yang akan mundur nanti mereka dari partai Nasdem dan PDI.
Para Menteri yang berasal dari kedua partai tersebut, menurut Ray, masih menahan diri.
"Untuk sekarang mereka belum mundur dari kabinet. Sebab akan buruk terhadap partai maupun capres yang didukung oleh partai," ujar Ray. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sejumlah Menteri Jokowi Disarankan Mundur Ramai-ramai, Begini Tanggapan Pengamat.
| PDI Perjuangan Menilai Janggal Putusan PTUN Tolak Gugatan Pencalonan Gibran Sebagai Cawapres |
|
|---|
| PDI Perjuangan Cium Adanya Kejanggalan pada Putusan PTUN soal Pencalonan Gibran Rakabuming Raka |
|
|---|
| PTUN Jakarta Tidak Terima Gugatan dari PDIP soal Pencalonan Gibran Rakabuming Raka Jadi Cawapres |
|
|---|
| MPR: Pelatikan Prabowo-Gibran Sangat Sulit untuk Dapat Dijegal |
|
|---|
| Sengketa Pileg di Provinsi Papua Tengah, KPU Disorot MK Karena Tak Bawa Bukti Formulir C Hasil Ikat |
|
|---|