Senin, 9 Maret 2026

Berita Viral

Satu Keluarga Ingin Hidup Murah, Pilih Tinggal di Hotel Biayanya Sehari Rp 2,1 Juta

keluarga beranggotakan delapan orang ini telah tinggal di sebuah hotel mewah di Nanyang, Provinsi Henan, China, selama 229 hari.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Satu Keluarga Ingin Hidup Murah, Pilih Tinggal di Hotel Biayanya Sehari Rp 2,1 Juta
Oddity Central
Satu Keluarga memilih pindah tinggal di Hotel 

Ada yang merekomendasikan agar tagihan utilitas diubah menjadi nama penyewa sehingga jika tak membayar akan masuk daftar hitam.

Namun, ada pula netizen yang punya pandangan berbeda ketika ia menjelaskan bahwa pemilik rumah kontrakan tidak boleh menjadikan rumahnya sebagai sumber penghasilan.

“Semua itu tidak akan terjadi jika rumah tidak dijadikan sebagai bentuk usaha".

“Rumah adalah rumah, belilah tempat berteduh dari hujan, panas dan ketenangan pikiran", ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kifarah bagi pemilik rumah kontrakan yang dituduh melakukan penindasan dengan memanipulasi sistem.

“Pemiliknya pasti bangga bisa membeli rumah tapi orang lain yang membayar".

“Namanya bisnis pasti ada ruginya, jadi siapkan biaya darurat,” imbuhnya.

Pandangan yang diungkapkan warganet tersebut mendapat banyak perhatian dan memicu perdebatan di kalangan netizen.

Sebagian besar setuju dengan pandangannya dan berharap pemerintah membatasi pembelian rumah untuk membantu lebih banyak orang memiliki rumah.

"Itu benar! Jika saya menjadi pemerintah, saya akan membatasi rumah setiap orang... satu nama per rumah. Ketika menjadi bisnis, banyak yang menjadi tunawisma".

“Orang yang berbisnis dengan beli rumah lalu dikontrakan yang membuat pasar jebol. Saya masih culture shock tinggal di Kuala Lumpur karena harga kontrak seperti cicilan rumah".


“Beli banyak rumah untuk dikontrakan, bukan untuk tempat tinggal sendiri. Padahal banyak orang yang tidak punya rumah karena dibeli tuan tanah".

“Rumah adalah suatu kebutuhan, saya selalu berpikir bahwa investasi real estat adalah salah satu bentuk kapitalisme,” kata beberapa warganet.

Sebagai catatan, Tenaga Nasional Berhad (TNB) juga menyarankan pemilik kontrakan mengganti nama untuk tagihan listrik jika tempat tinggal disewakan.

Viralnya tagihan listrik yang menunggak hingga puluhan ribu ringgit terjadi pada periode penerapan Movement Control Order (MCO) dimana tindakan pemotongan langsung tidak dapat dilakukan karena ditutup pada Oktober 2022.


Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul 1 Keluarga Pindah ke Hotel karena Lebih Murah dari Tinggal di Rumah, Sehari Bayar Rp2,1 Juta: Senang

Sumber: Surya
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved