Pilpres 2024
Sindir Prabowo soal Beli Alutsista Bekas, Jusuf Kala Nilai Terlalu Mahal: Pantas Harga Bekas Itu?
Jusuf Kalla (JK) memberikan sindirian kepada calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto soal pembeliaan alutsista bekas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/020523-Prabowo-JK.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Mantan Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) memberikan sindirian kepada calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto soal pembeliaan alutsista bekas.
Menurutnya, pembelian alusista bekas di era Menteri Pertahanan Prabowo ini harganya jauh lebih mahal.
Padahal, Indonesia tidak hanya kali ini saja membeli alitsista bekas dan harganya cenderung lebih murah.
Baca juga: Megawati Siapkan Pengacara untuk Perkarakan Siapa Saja yang Membulinya di Masa Pemilu
"Saya kira pemerintah kan tidak satu kali ini beli bekas, tetapi selalu murah," kata Jusuf Kalla, Rabu (10/1/2024), dikutip dari Wartakotalive.com.
"Murah sekali barang bekas itu sebetulnya, apalagi kalau sudah tua," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, pembahasan soal alutsista bekas itu diketahui melalui debat capres pada Minggu (7/1/2024) lalu di Istora Senayan, Jakarta.
Saat itu, capres nomor urut 1 Anies Baswedan menanyakan kepada Prabowo soal belanja Kementerian Pertahanan yang sangat besar untuk alutsista bekas.
Dalam hal ini, Jusuf Kalla menjelaskan, bahwa yang dipermasalahkan saat debat tersebut adalah terkait pembelian alutsista bekas yang harganya dinilai terlalu tinggi untuk ukuran pesawat berusia 25 tahun.
Dengan harga tersebut, menurut Jusuf Kalla, tentu sangat tidak laik, mengingat teknologi yang didapatkan juga telah tertinggal jauh karena masih memakai teknologi tahun pembuatannya.
"Sebetulnya bukan hanya bekas, berapa harga bekas itu? Itu hal yang berbeda. Kalau ini kan harganya rata-rata Rp 1 triliun satu pesawat, pesawat yang umurnya 25 tahun," katanya.
“Yang jadi pertanyaan banyak pihak, pantas nggak harga itu? Jadi bukan soal bekasnya saja,” katanya.
Baca juga: Khofifah Dukung Prabowo, Ganjar Tak Takut Kehilangan Suara: Kami Bukan Capres yang Gampang Khawatir
Dijelaskan Jusuf Kalla, apabila seseorang ingin membeli pesawat, ukurannya ada dua, yaitu umur dan jam terbangnya.
Untuk umur ini, menurut Jusuf kalla, sangat berpengaruh pada teknologi yang ada di dalam pesawat tersebut.
"Kalau beli baru, pasti teknologi baru. Di samping itu, jam terbangnya berapa, semua ada aturannya kalau pesawat terbang, yang penting itu," tutur JK.
Daftar Alutsista yang Dibeli Prabowo
Berikut ini sederet daftar belanja alutsista oleh Kementerian Pertahanan yang telah dirangkum oleh Tribunnews.com:
- Pesawat Tempur Rafale
Kementerian Pertahanan memborong 42 jet atau pesawat tempur Dassault Rafale dari Prancis pada Februari 2022 silam.
Prabowo pun sudah menandatangani kontrak pembelian jet temput tersebut.
"Kita mulai hari ini dengan tanda tangan kontrak pertama untuk enam pesawat yang akan disusul dalam waktu dekat, dengan kontrak untuk 36 pesawat lagi, dengan dukungan latihan persenjataan dan simulator-simulator yang dibutuhkan," beber Prabowo, Kamis (10/2/2022).
Rencananya, pesawat yang dibeli Prabowo itu akan dikirim secara bertahap mulai 2026 mendatang.
- Kapal Selam Scorpene
Kementerian Pertahanan juga membeli kapal selam Scorpene dari Prancis.
Dalam hal ini, Prabowo mengatakan,
T PAL dan Naval Group dari Prancis telah menandatangni nota kesepakatan tentang pengembangan kapal selam.
"Yang tentunya akan mengarah pada pembelian dua kapal selam Scorpène dengan AIP (Air Independent Propulsion) beserta persenjataan dan suku cadang-suku cadang yang dibutuhkan, termasuk latihan," ungkap Prabowo.
- Kapal Perang Fregat
Selain membeli kapal selam dari Prancis, Prabowo juga membeli kapal perang dari Italia.
Kapal perang tersebut adalah kapal perang Fregat,
Lalu, pada Juni 2021 silam, Prabowo juga sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan pembuat kapal Italia, Fincantieri, untuk pembelian kapal perang Fregat ini.
Setelah itu, Fincantieri akan menyuplai enam Fregat kelas FREMM atau European multi-purpose frigate dan dua Fregat bekas kelas Maestrale.
"Fincantieri akan menjadi kontraktor utama untuk keseluruhan program," demikian bunyi informasi dari laman Fincantieri.
- Pesawat Airbus A400M
Pada acara Dubai Airshow pada 2021 silam, Kementerian Pertahanan telah menandatangani kontrak untuk pemesanan dua unit pesawat Airbus A400M TNI AU.
Tak hanya Airbus A400M, Kementerian Pertahanan juga menandatangani Letter of Intent (LoL) untuk akuisisi empat unit Airbus A400M di masa mendatang.
Sehingga, total ada enam pesawat Airbus A400M yang dipesan Kemenhan.
Pemesanan Airbus A400M itu, kta Prabowo, bertujuan untuk memaksimalkan taktis udara TNI AU.
“Selain kemampuan taktis dan udara ke udara, A400M akan menjadi aset nasional dan berperan penting untuk misi Bantuan Manusia dan Tanggap Bencana,” kata dia dalam keterangannnya di laman resmi Kemenhan.
Meski demikian, satu unit Airbus A400M yang dipesan baru akan dikirim pada 2026 mendatang.
- Mirage 2000-5
Kementerian Pertahanan juga memborong 12 jet tempur Mirage 2000-5 bekas dari Qatar.
Prabowo mengatakan, jam terbang jet tempur itu masih rendah meskipun bekas.
Dengan begitu, pesawat tersebut masih bisa digunakan hingga 20 tahun ke depan.
"Walaupun dikatakan bekas tapi Qatar adalah negara yang sangat kecil jadi flying hours-nya masih sedikit."
"Jadi masih bisa kita pakai mungkin minimal 15 tahun, 20 tahun lagi," kata Prabowo di Hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat pada Kamis (15/6/2023).
Prabowo juga menjelaskan pesawat Mirage 2000-5 paling potensial untuk dibeli saat ini. Sebab, pengadaan pesawat baru membutuhkan waktu delivery yang cukup lama.
Dijelaskan juga oleh Prabowo, pembelian jet tempur itu bertujuan untuk membangun kekuatan pertahanan bangsa. Sebab, banyak pesawat tempur Indonesia yang telah dalam kondisi sudah tua.
Rencananya, pesawat tersebut akan dikirimkan 24 bulan setelah kontrak efektif.
Pesawat-pesawat tersebut nantinya akan ditempatkan di Skadron Udara 1 Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
- Helikopter Angkut Berat H225M
Sebanyak delapan helikopter buatan Prancis, yakni Helikopter Angkut Berat H225M diserahkan kepada TNI AU pada awal Desember 2023 lalu di Lapangan Udara Atang Sanjaya, Bogor, Jawa Barat.
Indonesia lewat PT Dirgantara Indonesia bekerja sama dengan Airbus Helicopters untuk proses maintenance saat pembelian helikopter tersebut.
Dengan kerja sama itu, Prabowo berharap, Indonesia bisa mandiri membuat helikopter sendiri.
“Dimulai dengan kemampuan maintenance, pelan-pelan kita mau harus bisa dibuat di Indonesia, dan PTDI sudah sanggup."
"Beberapa bagian sudah dibangun di Indonesia, harapan kita kandungan lokal heli ini bisa 40 persen,” ujar Prabowo, Jumat (1/12/2023).
- Rantis Maung
Pada Jul 2020, Kementerian Pertahanan juga membeli kendaraan taktis (rantis) maung dari PT. Pindad.
Pembelian tersebut diketahui atas dorongan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Lalu, sebanyak 500 rantis Maung itu dipesan setelah Presiden Jokowi meminta Prabowo membeli alutsista buatan dalam negeri.
Selanjutnya, pada 11-13 Januari 2021, sebanyak 40 unit Maung diserahkan Prabowo kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) yang saat itu masih dijabat Jenderal TNI Andika Perkasa.
- Radar Militer
Kemudian, pada April 2022, Kementerian Pertahanan juga memborong 13 unit sistem radar Ground Control Interception (GCqI) GM-403 dari Thales, Prancis.
Pembelian itu dilakukan lewat kontrak kerja sama yang ditandatangani oleh Direktur Utama Len, Bobby Rasyidin, dan SVP Latin America & Asia of Thales International SAS, Guy Bonassi, di Prancis.
Pengadaan 13 unit sistem radar GCI ini sebagai upaya pemerintah untuk memodernisasi dan memperkuat kemampuan pertahanan negara, serta alutsista TNI.
"Kontrak ditandatangani pada tanggal 20 April 2022 dan pengiriman dilakukan dalam waktu 48 bulan setelah tanggal efektif kontrak."
"Selain itu, periode garansi untuk sistem radar ini adalah 36 bulan," kata keterangan resmi Biro Humas Setjen Kemhan di laman kemhan.go.id pada Selasa (27/6/2023).
"Kementerian Pertahanan mengadakan kontrak pembelian dengan PT Len Industri (Persero) untuk memajukan industri pertahanan dalam negeri," sambung dia.
Kemudian, pada 12 Desember 2023, Prabowo mengatakan Kementerian Pertahanan mengungkap rencana pembelian 12 dari 25 radar baru untuk memperkuat pertahanan udara.
Dua belas radfar militer itu akan dibeli dari Ceko.
(Tribunnews.com/Rifqah/Pravitri Retno/Igman Ibrahim) (Wartakotalive.com/Valentino Verry)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sindiran JK ke Prabowo soal Beli Alutsista Bekas, Sebut Terlalu Mahal: Pantas Nggak Harga Itu?
| PDI Perjuangan Menilai Janggal Putusan PTUN Tolak Gugatan Pencalonan Gibran Sebagai Cawapres |
|
|---|
| PDI Perjuangan Cium Adanya Kejanggalan pada Putusan PTUN soal Pencalonan Gibran Rakabuming Raka |
|
|---|
| PTUN Jakarta Tidak Terima Gugatan dari PDIP soal Pencalonan Gibran Rakabuming Raka Jadi Cawapres |
|
|---|
| MPR: Pelatikan Prabowo-Gibran Sangat Sulit untuk Dapat Dijegal |
|
|---|
| Sengketa Pileg di Provinsi Papua Tengah, KPU Disorot MK Karena Tak Bawa Bukti Formulir C Hasil Ikat |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.