Berita Kabupaten Pohuwato
Persiapan Ramadhan, 50 Ton Pangan Disuplai Kabupaten Pohuwato
Menurut Djauhari, Kabid Penyedia dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pohuwato, stok itu cukup sampai Ramadhan.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dinas-Ketahanan-Pangan-menyediakan-4-ton-pangan-jelang-ramadhan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Total stok pangan di Kabupaten Pohuwato masih tersisa.
Menurut Djauhari, Kabid Penyedia dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pohuwato, stok itu cukup sampai Ramadhan.
"Memang pengalaman tahun kemarin, menjelang satu bulan sebelum Ramadhan, 3 sampai 4 ton sisa stok pangan bisa sampai pada pelaksanaan bulan suci Ramadhan," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (9/1/2024).
Pemkab Pohuwato disebut telah menyuplai 50 ton pangan tambahan.
"Akan ada ketambahan lagi, sekitar 50 Ton di tahun 2024. Tetapi menghabiskan dulu sisa 4 ton yang tersisa," jelasnya.
Suplai pangan itu akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu.
Saat ini Dinas Pangan Pohuwato sementara mendata penerima wajib bantuan pangan tahun 2024.
"Di bulan Februari awal, rencananya kita akan melakukan pendataan kepada siapa-siapa saja warga penerima bantuan pangan di Kabupaten Pohuwato," tutupnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: 35 Terdakwa Kasus Pembakaran Kantor Bupati Pohuwato Jalani Sidang Perdana
Petani Pohuwato produksi 12 ton beras sekali panen
Luas lahan produktif Kabupaten Pohuwato mencapai 2353 hectare (ha).
Hal itu diungkapkan langsung oleh Rina Ismail Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Dari total lahan produktif 2353 ha, produksi gabah dalam sekali panen mencapai 20 ribu ton gabah.
"20 ribu ton gabah dihasilkan dari 2353 ha tetapi itu belum di konversi dalam jumlah total beras," ujarnya.
Kalau dikonversi sekali panen bisa mencapai 12 ribu ton Beras.
Saat ini lanjut Rina, hasil panen dari total lahan produktif di Kabupaten Pohuwato belum masuk dalam klasifikasi ekspor.
"Klasifikasinya belum masuk. Ditambah kebutuhan warga lebih prioritas," imbuhnya.
Apabila produksi melebihi jumlah kebutuhan warga, baru beras itu diekspor ke luar daerah.