Berita Pohuwato
Telur Burung Maleo Rentan Dicuri, BKSDA Pohuwato Bikin Tempat Penetasan Buatan
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Kabupaten Pohuwato, Gorontalo membuat tempat penetasan (hatchery).
Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tempat-penangkaran-burung-maleo-di-cagar-alam-panua-BKSDA-Pohuwato.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Telur burung maleo sering dicuri orang.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Kabupaten Pohuwato, Gorontalo membuat tempat penetasan (hatchery).
Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Gorontalo Syamsudin Hadju, telur burung maleo di hatchery saat ini berjumlah 43 butir.
"Saat ini di kami, update bulan Januari 2024 telur burung maleo yang dilakukan proses penetasan berjumlah 43 butir," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (3/1/2024).
BKSDA juga merawat burung maleo sampai benar-benar dilepas ke habitatnya.
"Untuk proses transisi dengan rentan waktu seminggu sebelum dilepas ke habitatnya di bulan Januari 2024 berjumlah 20 ekor," jelasnya.
Sejauh ini hatchery dinilai berjalan baik tanpa ada kendala. Mereka berniat menambah jumlah telur di tempat penetasan buatan tersebut.
"Kalaupun tanpa ada kendala, penambahan telur untuk proses penetasan akan kami tambah. Itu pun menyesuaikan dengan indukannya," ujarnya.
Tujuannya menjaga populasi burung maleo sebagai satwa endemik Sulawesi.
Baca juga: Penebangan Liar di Hutan Mangrove Pohuwato Mengancam Habitat Burung Maleo
Ribuan maleo dilestarikan
alai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort cagar alam Panua mengungkapkan saat ini jumlah burung maleo mencapai 5 ribuan selama kurun waktu 15 tahun.
"Sesuai data fisik kami jumlah burung maleo di tahun 2008 600 lebih, sehingga kalau di kalkulasi sampai dengan tahun 2023 mencapai 5 ribu lebih untuk indukannya," kata Tatang Abdullah Kepala Resort Tanjung Panjang Kabupaten Pohuwato kepada TribunGorontalo.com, Rabu (3/1/2024).
"Dari beberapa tempat penangkaran sekitar 700 lebih telah ditangkarkan. Selebihnya telur dari burung Maleo yang masih sementara proses dipindahkan," imbuhnya.
Saat ini, lanjut Tatang, sebaran dari burung Maleo berada di hamparan hutan mangrove Pohuwato dengan luas lahan kurang lebih 36.575 hektare (ha).
"Setelah kami data, sebaran Burung Maleo berada di kawasan Hutan mangrove Pohuwato cukup luas, sehingga habibatnya perlu di relokasi semaksimal mungkin untuk indukannya," jelasnya.
Terdapat delapan penangkaran burung maleo di mangrove pohuwato yang digunakan untuk relokasi telur dan penetasan.
"Karena telur burung maleo sangat sensitif, sehingga perlu adanya pemindahan sementara sebelum di pindahkan ke habitatnya," tutupnya.